Sangatta — Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur, Eddy Markus Palinggi, mengemukakan pentingnya peran pemuda dalam perekonomian lokal dan menegaskan bahwa mereka harus mendapatkan dukungan penuh untuk berkembang. Dalam wawancaranya di Gedung DPRD Kutai Timur, Rabu (30/10/2024) kemarin, Eddy menyebut bahwa pemuda memiliki semangat tinggi untuk berinovasi, khususnya dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini, katanya, merupakan faktor krusial dalam meningkatkan perekonomian Kutai Timur (Kutim) yang memiliki potensi besar di bidang tersebut.
Eddy mengungkapkan bahwa peran DPRD sangat penting dalam memastikan pemuda, khususnya pelaku UMKM, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dengan status Kutim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), kreativitas pemuda dan pengembangan UMKM, menurutnya, harus terus didorong agar berperan aktif dalam menyuplai kebutuhan IKN.
Peran Vital Pemuda dalam Pengembangan Ekonomi Lokal
Dalam pernyataannya, Eddy menekankan bahwa pemuda memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi Kutim secara mandiri melalui inovasi. “Pemuda adalah ujung tombak pembangunan ekonomi. Dengan semangat tinggi dan kreativitas mereka, UMKM bisa menjadi penggerak ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujar Eddy.
Eddy juga memaparkan pentingnya memperkuat produk-produk lokal melalui UMKM yang dijalankan oleh anak-anak muda. Dengan berdaya saing yang kuat, produk-produk tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk untuk kebutuhan IKN. Dalam hal ini, Eddy menyatakan bahwa tugas DPRD Kutim adalah memastikan kebijakan dan program-program daerah mendukung kemajuan UMKM di Kutim.
“Semangat mereka [pemuda] berkobar, penuh inovasi. Pemerintah perlu memberi dukungan maksimal, termasuk melalui regulasi dan bantuan nyata. Kami di DPRD berkomitmen untuk mendorong inisiatif yang dapat memperkuat UMKM,” katanya.
Dorongan untuk UMKM dan Pertanian di Dapil I
Sebagai anggota dewan yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) I, Eddy aktif dalam program pembinaan UMKM dan petani di wilayahnya. Menurutnya, Kutim memiliki potensi besar, terutama di bidang pertanian dan industri kreatif, yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal, serta sebagai pemasok untuk IKN.
Eddy berkomitmen untuk mengoptimalkan peran pemuda dalam sektor-sektor tersebut melalui program pelatihan, bantuan permodalan, dan pendampingan usaha. Hal ini, ujarnya, dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta menciptakan wirausaha-wirausaha muda yang tangguh dan inovatif.
“Kami fokus memberikan pelatihan kewirausahaan dan dukungan permodalan agar para pemuda bisa berkreasi, baik di sektor pertanian, kerajinan, maupun teknologi. Pemuda Kutim harus mampu menjawab tantangan untuk mengembangkan produk-produk unggulan yang dibutuhkan IKN. Ini adalah peluang besar bagi mereka,” tambahnya.
Strategi Dukungan Pemerintah untuk Wirausaha Muda
Menurut Eddy, dukungan pemerintah sangat diperlukan, terutama dalam hal pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi UMKM. Pelatihan dan bantuan modal, menurutnya, akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha-usaha kecil di Kutim, sehingga UMKM dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus bagi program-program pengembangan keterampilan dan pengelolaan keuangan bagi para pelaku usaha muda. “Para pemuda perlu diberi akses pelatihan agar mampu mengelola usaha mereka dengan baik dan bertahan di tengah tantangan ekonomi. Dengan pembekalan yang tepat, mereka dapat berkembang dan membawa nama Kutim ke level yang lebih tinggi,” tutur Eddy.
Selain pelatihan, Eddy juga mengusulkan adanya pendampingan usaha yang lebih intensif bagi UMKM. Pendampingan ini dinilai penting agar pelaku usaha muda dapat memperoleh panduan dalam mengembangkan produk, pemasaran, hingga memperluas jangkauan pasar. “Pendampingan ini akan sangat membantu pemuda kita dalam menavigasi dunia usaha yang penuh tantangan. Dengan bantuan ini, produk-produk Kutim bisa lebih dikenal dan lebih kompetitif,” jelasnya.
Harapan bagi Ekonomi Mandiri di Kutai Timur
Eddy meyakini bahwa pengembangan UMKM oleh pemuda Kutim akan memperkuat ekonomi daerah secara signifikan. Ia melihat peran anak muda bukan hanya sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kutim.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan sinergi antara berbagai pihak, Eddy berharap Kutim dapat menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi, mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus berkontribusi bagi IKN. “Pemuda Kutim adalah harapan kita. Dengan semangat dan kreativitas mereka, saya yakin kita bisa mengantarkan Kutim menjadi daerah yang lebih mandiri dan sejahtera,” katanya penuh optimisme.
Pernyataan Eddy Markus Palinggi ini memberikan gambaran pentingnya peran strategis pemuda dan UMKM dalam perekonomian Kutai Timur, terutama dalam menghadapi perkembangan kawasan IKN yang membutuhkan dukungan pasokan lokal. Dengan peran aktif dari pemerintah dan DPRD dalam memberikan dukungan, Kutim diharapkan dapat menjadi daerah yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan IKN tetapi juga tumbuh menjadi ekonomi yang tangguh dan mandiri.
