Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Debit Mata Air Menurun, Perumdam Kutim Targetkan Air Bersih Maloy Mengalir Lagi Juli Ini

5 Jul 2026

Disdik Kutim Pastikan Tak Ada Siswa Kebingungan Saat SPMB

27 Jun 2026

Jelang Porprov VIII, Rahman Ingatkan Cabor Tak Larut dalam Politik KONI

27 Jun 2026
1 2 3 … 944 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Hebat! UNESCO Rayakan Hari Lahir Pahlawan dari Indonesia sebagai Peristiwa Internasional

Pahlawan Indonesia Ini Diangkat sebagai Simbol Keberanian dan Kreativitas dalam Sidang Umum ke-42
Nasional Jaen RohmanJaen Rohman4 Des 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pahlawan Indonesia
Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris, Prancis (.Inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Direktur Jenderal UNESCO mengumumkan dalam Sidang Umum ke-42 di Paris, Prancis, Rabu (22/11/2023) bahwa hari kelahiran dua pahlawan Indonesia akan dirayakan sebagai peristiwa internasional yang spesial.

Dua tokoh tersebut, yaitu pejuang perempuan asal Aceh, Keumalahayati, dan sastrawan AA Navis, diangkat sebagai perayaan internasional berdasarkan kriteria tertentu. Penetapan ini terjadi dalam sesi sidang Plenary Report dari rangkaian Sidang Umum UNESCO ke-42, yang dikutip dari laman Kemdikbud.

Pemilihan tokoh-tokoh terkenal ini merujuk pada tiga kriteria utama. Pertama, terkait dengan tahun kelahiran atau kematian tokoh yang terhubung dengan cita-cita dan tujuan organisasi dalam bidang pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, dan kemanusiaan.

Kriteria kedua adalah keterwakilan gender dalam konteks komunikasi. Usulan yang diajukan hanya bisa untuk mereka yang telah meninggal dunia.

Kriteria ketiga mencakup keberadaan peristiwa yang bersifat universal. Usulan penetapan harus didukung minimal oleh dua negara, memiliki dampak signifikan bagi negara atau dunia, dan sebagainya.

Siapakah Sosok Keumalahayati dan AA Navis

Keumalahayati, salah satu pahlawan perempuan awal Indonesia, diakui atas keberanian dan kontribusinya dalam mempertahankan tanah air. Ia tumbuh dalam lingkungan dengan tradisi maritim yang kuat di Aceh dan memiliki pengalaman dalam peperangan laut sejak kecil.

Diangkat sebagai laksamana perempuan pertama dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara, setelah ayahnya meninggal dunia. Pengusulan peringatan 475 tahun kelahiran Keumalahayati (1550-1615) didukung oleh Malaysia, Federasi Rusia, Thailand, dan Togo.

Sementara itu, AA Navis, seorang penulis dan budayawan terkemuka Indonesia, dikenal atas karya sastranya yang beragam. Ia tumbuh dengan minat pada cerita pendek dan cerita bersambung serta kemudian menjadi pengarang yang diakui, menyoroti kelemahan cerpen Indonesia dan mencari kekuatan cerpen asing.

Pengusulan peringatan 100 tahun kelahiran Ali Akbar Navis (1924-2003) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand, dan Togo.

Pengakuan terhadap kedua tokoh ini melengkapi pencapaian Indonesia dalam Sidang Umum UNESCO ke-42, dengan prestasi seperti terpilihnya sebagai anggota Dewan Eksekutif dan Dewan International Programme for the Development of Communication (IPDC), pendirian Indonesian Corner di markas besar UNESCO, serta penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO.

Silakan Bekomentar
AA Navisv Keumalahayati Pahlawan Indonesia Unesco
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Wapres Gibran Bakal Diundang Hadiri MUNAS III PJS, Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus DPD-DPC se-Indonesia

Judul:Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

Rakernas PJS Tetapkan Tiga Pedoman Strategis Organisasi

Berita Terkini

Debit Mata Air Menurun, Perumdam Kutim Targetkan Air Bersih Maloy Mengalir Lagi Juli Ini

Ajeng NadyaAjeng Nadya5 Jul 2026 Pemkab Kutim

Disdik Kutim Pastikan Tak Ada Siswa Kebingungan Saat SPMB

27 Jun 2026

Jelang Porprov VIII, Rahman Ingatkan Cabor Tak Larut dalam Politik KONI

27 Jun 2026

Pemangkasan RKAB Batu Bara Dinilai Ancam Fiskal Kutim dan Ribuan Lapangan Kerja

26 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.