Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Aklamasi, Seno Aji Nahkodai Gekrafs Kaltim 2026-2031

3 Okt 2026

Perumdam Kutim Tambah 500 Sambungan Pelanggan di Karangan melalui Dukungan PT Indexim Coalindo

3 Okt 2026

Diwisuda Bersama 247 Lulusan STIE Nusantara, Weni Berharap Ilmunya Bermanfaat bagi Masyarakat

3 Okt 2026
1 2 3 … 982 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

    14 Sep 2026

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

India Bujuk Negara G20 Naikkan Pajak Perusahaan Multinasional

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih
Politik Intan WardahIntan Wardah16 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
India
Ilustrasi. India, Sebagai Ketua G20 Tahun Ini (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – India, sebagai ketua G20 tahun ini, berencana untuk mendorong negara-negara anggota G20 untuk mendukung usulannya dalam menaikkan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan multinasional. Proposal India ini bertujuan untuk memastikan bahwa negara tersebut mendapatkan hak pajak atas kelebihan laba perusahaan multinasional yang beroperasi di wilayah mereka.

Saran India ini telah disampaikan kepada Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan rencananya akan didiskusikan dalam pertemuan G20 pada 17-18 Juli mendatang. Meskipun belum ada rincian konkret tentang jumlah pajak yang ingin ditingkatkan oleh India, negara tersebut ingin peningkatan tersebut signifikan dan dikenakan di negara-negara tempat perusahaan multinasional beroperasi.

Anggota G20 Tertarik Proposal Pajak India

Proposal ini bisa menjadi perhatian bagi anggota G20 lainnya, seperti Australia dan Jepang, yang berharap pertemuan G20 di Gujarat akan mencapai kemajuan dalam perombakan perpajakan perusahaan global. Lebih dari 140 negara berencana untuk menerapkan kesepakatan 2021 yang telah disusun oleh OECD untuk merombak aturan lama tentang bagaimana perusahaan multinasional dikenai pajak.

Aturan saat ini dianggap ketinggalan zaman karena perusahaan besar dapat memanfaatkan pajak rendah di beberapa negara.Kesepakatan 2021 yang didorong oleh Amerika Serikat (AS) akan memungut pajak minimal 15% untuk perusahaan global besar dan pajak tambahan 25% untuk “laba berlebih” yang didefinisikan oleh OECD.

Kekhawatiran Negara Tentang Perombakan Pajak

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih jika laba melebihi pertumbuhan tahunan 10%. Biaya tambahan 25% dari keuntungan berlebih ini akan didistribusikan di antara negara-negara.

Namun, beberapa negara memiliki kekhawatiran tentang perjanjian multilateral yang menjadi dasar dari rencana tersebut, sehingga perombakan tersebut berisiko gagal. India, sebagai negara tuan rumah G20, juga berencana untuk mengusulkan agar pemotongan pajak dipisahkan dari prinsip pajak atas keuntungan berlebih.

India: Perjuangan Meningkatkan Bagian Pajak

Saat ini, aturan menyatakan bahwa negara mengimbangi bagian pajak mereka dengan pajak pemotongan yang mereka kumpulkan.Penting bagi India untuk mendapatkan bagian pajak yang lebih besar dari perusahaan multinasional yang berbisnis di pasar tempat mereka beroperasi.

Negara ini adalah salah satu pasar konsumen terbesar dan diperkirakan akan memiliki pertumbuhan pendapatan rata-rata yang signifikan dalam beberapa dekade mendatang.Pertemuan G20 di Gujarat akan menjadi kesempatan bagi India untuk memperjuangkan proposalnya dan membahas perombakan perpajakan perusahaan global secara luas.

Namun, akan menarik untuk melihat bagaimana negara-negara anggota G20 lainnya akan merespons dan apakah kesepakatan akhir dapat dicapai dalam upaya untuk meningkatkan keadilan pajak dan mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan perpajakan perusahaan multinasional.

Silakan Bekomentar
G20 India OECD
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Seno Aji Tinjau Dampak Kemarau di Long Apari, Salurkan 11 Ton Bantuan

Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

Berita Terkini

Aklamasi, Seno Aji Nahkodai Gekrafs Kaltim 2026-2031

BaehakiBaehaki3 Okt 2026 Pemprov Kaltim

Perumdam Kutim Tambah 500 Sambungan Pelanggan di Karangan melalui Dukungan PT Indexim Coalindo

3 Okt 2026

Diwisuda Bersama 247 Lulusan STIE Nusantara, Weni Berharap Ilmunya Bermanfaat bagi Masyarakat

3 Okt 2026

Darul Abrar Sangatta Buka Program Tahfiz 30 Juz untuk Santri SMP

3 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.