Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Kades Hamriansi Kassa Bawa Singa Gembara Wakili Kutim dalam Penilaian Stunting Kaltim

24 Agu 2026

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

YJI Kaltim Ajak Warga Rutin Jaga Kesehatan Jantung

22 Agu 2026
1 2 3 … 966 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

India Bujuk Negara G20 Naikkan Pajak Perusahaan Multinasional

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih
Politik Intan WardahIntan Wardah16 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
India
Ilustrasi. India, Sebagai Ketua G20 Tahun Ini (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – India, sebagai ketua G20 tahun ini, berencana untuk mendorong negara-negara anggota G20 untuk mendukung usulannya dalam menaikkan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan multinasional. Proposal India ini bertujuan untuk memastikan bahwa negara tersebut mendapatkan hak pajak atas kelebihan laba perusahaan multinasional yang beroperasi di wilayah mereka.

Saran India ini telah disampaikan kepada Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan rencananya akan didiskusikan dalam pertemuan G20 pada 17-18 Juli mendatang. Meskipun belum ada rincian konkret tentang jumlah pajak yang ingin ditingkatkan oleh India, negara tersebut ingin peningkatan tersebut signifikan dan dikenakan di negara-negara tempat perusahaan multinasional beroperasi.

Anggota G20 Tertarik Proposal Pajak India

Proposal ini bisa menjadi perhatian bagi anggota G20 lainnya, seperti Australia dan Jepang, yang berharap pertemuan G20 di Gujarat akan mencapai kemajuan dalam perombakan perpajakan perusahaan global. Lebih dari 140 negara berencana untuk menerapkan kesepakatan 2021 yang telah disusun oleh OECD untuk merombak aturan lama tentang bagaimana perusahaan multinasional dikenai pajak.

Aturan saat ini dianggap ketinggalan zaman karena perusahaan besar dapat memanfaatkan pajak rendah di beberapa negara.Kesepakatan 2021 yang didorong oleh Amerika Serikat (AS) akan memungut pajak minimal 15% untuk perusahaan global besar dan pajak tambahan 25% untuk “laba berlebih” yang didefinisikan oleh OECD.

Kekhawatiran Negara Tentang Perombakan Pajak

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih jika laba melebihi pertumbuhan tahunan 10%. Biaya tambahan 25% dari keuntungan berlebih ini akan didistribusikan di antara negara-negara.

Namun, beberapa negara memiliki kekhawatiran tentang perjanjian multilateral yang menjadi dasar dari rencana tersebut, sehingga perombakan tersebut berisiko gagal. India, sebagai negara tuan rumah G20, juga berencana untuk mengusulkan agar pemotongan pajak dipisahkan dari prinsip pajak atas keuntungan berlebih.

India: Perjuangan Meningkatkan Bagian Pajak

Saat ini, aturan menyatakan bahwa negara mengimbangi bagian pajak mereka dengan pajak pemotongan yang mereka kumpulkan.Penting bagi India untuk mendapatkan bagian pajak yang lebih besar dari perusahaan multinasional yang berbisnis di pasar tempat mereka beroperasi.

Negara ini adalah salah satu pasar konsumen terbesar dan diperkirakan akan memiliki pertumbuhan pendapatan rata-rata yang signifikan dalam beberapa dekade mendatang.Pertemuan G20 di Gujarat akan menjadi kesempatan bagi India untuk memperjuangkan proposalnya dan membahas perombakan perpajakan perusahaan global secara luas.

Namun, akan menarik untuk melihat bagaimana negara-negara anggota G20 lainnya akan merespons dan apakah kesepakatan akhir dapat dicapai dalam upaya untuk meningkatkan keadilan pajak dan mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan perpajakan perusahaan multinasional.

Silakan Bekomentar
G20 India OECD
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

Berita Terkini

Kades Hamriansi Kassa Bawa Singa Gembara Wakili Kutim dalam Penilaian Stunting Kaltim

Ajeng NadyaAjeng Nadya24 Agu 2026 Pemkab Kutim

Seno Aji Gaungkan Pendidikan Gratis di Reuni ALJIRO

22 Agu 2026

YJI Kaltim Ajak Warga Rutin Jaga Kesehatan Jantung

22 Agu 2026

Arif Kurniawan Minta Karhutla di Samarinda Tak Dianggap Musiman, Minta Ditindak Tegas

22 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kepemimpinan Terkini Dalam Modernisasi Pelayanan Publik

10 Agu 2026

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.