Jakarta – Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur terpilih, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi, mengikuti Gladi Kotor di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/2/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang pelantikan serentak 481 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024. Acara ini menjadi momen bersejarah, mengingat untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, pelantikan kepala daerah dilakukan secara bersama-sama.
Gladi Kotor ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah terpilih dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka berkumpul di Monas untuk mengikuti pengarahan dan latihan teknis, termasuk latihan baris-berbaris, tata cara upacara, dan simulasi pelantikan. Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutai Timur terpilih, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
“Alhamdulillah, hari ini kami mengikuti latihan baris-berbaris dan pengarahan teknis. Tidak ada kendala yang signifikan. Besok kami akan mengikuti Gladi Bersih dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU),” ujar Ardiansyah usai mengikuti Gladi Kotor.
Ardiansyah juga menyampaikan kesan mendalamnya selama mengikuti kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa momen ini mengingatkannya pada masa-masa latihan semasa sekolah, terutama saat mengikuti kegiatan Pramuka. “Ini mengingatkan saya pada latihan jaman dulu, sejak sekolah. Terutama saat mengikuti Pramuka. Rasanya seperti kembali ke masa muda,” ujarnya dengan senyum.
Selain itu, Ardiansyah menyebutkan bahwa pelantikan serentak ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Menurutnya, ini adalah kali pertama dalam sejarah Indonesia bahwa pelantikan kepala daerah dilakukan secara bersama-sama. “Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini kita mengikuti pelantikan secara bersama-sama. Ini adalah momen bersejarah yang patut kita syukuri,” tambahnya.
Bupati terpilih Kutai Timur itu juga menyampaikan harapannya kepada seluruh kepala daerah terpilih di Indonesia. Ia berpesan agar para pemimpin daerah dapat bekerja sama dan bersinergi untuk memajukan daerahnya masing-masing. “Saya berharap, semua kepala daerah terpilih dapat memajukan daerahnya masing-masing. Kita harus bekerja sama untuk kemajuan bangsa ini,” ujarnya.
Menjelang Gladi Bersih yang akan digelar besok, Ardiansyah mengaku tidak melakukan persiapan khusus. “Tidak ada persiapan khusus, mungkin hanya pakaian saja. Besok kami akan memakai PDU, dan pada hari pelantikan nanti juga akan memakai PDU lagi,” jelasnya.
Gladi Kotor ini menjadi bagian penting dari persiapan pelantikan serentak kepala daerah terpilih. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian acara pelantikan berjalan dengan lancar dan tertib. Selain latihan baris-berbaris, para peserta juga diberikan pengarahan mengenai tata cara upacara, protokol, dan hal-hal teknis lainnya yang berkaitan dengan pelantikan.
Pelantikan serentak 481 kepala daerah terpilih ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelaraskan proses demokrasi di tingkat daerah. Dengan dilaksanakannya pelantikan secara serentak, diharapkan dapat tercipta sinergi dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa pelantikan serentak ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Selain itu, pelantikan serentak ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan di berbagai daerah.
Dengan dilaksanakannya Gladi Kotor dan Gladi Bersih, diharapkan pelantikan serentak 481 kepala daerah terpilih pada tanggal 20 Februari 2025 dapat berjalan dengan sukses. Momen ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam proses demokrasi di Indonesia, tetapi juga menjadi bukti komitmen bersama untuk memajukan bangsa dan negara.
