Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

18 Mei 2026

DP2KB Kutim Gencarkan Edukasi Gizi Cegah Stunting

18 Mei 2026

Sirnas C Bupati Open 2026 Tuntas, Kutim Fokus Pembinaan Atlet Lokal

17 Mei 2026
1 2 3 … 923 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Arab Saudi Kumpulkan 40 Negara, Rusia Tidak Termasuk?

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China
Global Intan WardahIntan Wardah5 Agu 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Rusia
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – 40 negara berkumpul untuk melakukan perundingan guna mengakhiri konflik di Ukraina, dengan inisiatif dari Arab Saudi dalam menyusun strategi untuk menghentikan serangan Rusia di Ukraina pada (05/08/2023).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif dari negara Arab yang juga mengajak beberapa negara yang terdampak, yang mengalami lonjakan harga pangan sebagai akibat dari perang tersebut.

Harga Pangan Meningkat Akibat Rusia

Zelenskyy mengungkapkan bahwa pertemuan ini sangat penting, mengingat nasib jutaan orang Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak.

“Ini sangat penting karena pada isu-isu seperti ketahanan pangan, nasib jutaan orang di Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak untuk mengimplementasikan formula perdamaian tersebut,” kata Zelenskyy, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga pangan yang meningkat adalah akibat keputusan Rusia untuk tidak lagi berpartisipasi dalam kesepakatan pangan yang disepakati melalui mediasi PBB. Kesepakatan tersebut memungkinkan pengiriman produk pangan Ukraina melalui Laut Hitam ke negara-negara yang menghadapi masalah kelaparan.

Harapan Kesepakatan Musim Gugur

Zelenskyy berharap pertemuan yang diinisiasi oleh Arab dapat menghasilkan kesepakatan para pemimpin dunia pada musim gugur ini, mendukung prinsip-prinsip yang didasarkan pada formula perdamaian 10 poin Kyiv dari KTT G20. Formula tersebut mencakup penghormatan terhadap integritas teritorial Ukraina dan penarikan pasukan Rusia dari wilayah yang diklaim Moskow telah dicaplok.

Namun, forum tersebut dikatakan tidak akan melibatkan Rusia secara langsung dan akan diawasi oleh Kremlin atau pusat kekuasaan Rusia.

Reaksi Rusia dan Keikutsertaan China

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa Rusia perlu memahami tujuan yang ditetapkan dan isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Setiap upaya untuk mempromosikan penyelesaian damai layak mendapat evaluasi positif,” katanya.

Namun, bagi Ukraina, KTT tersebut dianggap penting karena memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan negara-negara netral seperti India dan Brasil. Menariknya, dalam pertemuan tersebut, juga turut dihadiri oleh ‘sekutu’ Rusia, yaitu China.

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China.

China Siap Bekerja Sama Solusi

Wang Wenbin, juru bicara kementerian China, menyatakan bahwa China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus berkontribusi secara positif dalam mencari solusi politik untuk mengatasi krisis di Ukraina.

Dengan begitu, pertemuan di Arab yang melibatkan 40 negara menggarisbawahi jasa baik Riyadh untuk berkontribusi mencapai solusi perdamaian abadi.

“Kesiapan Riyadh untuk menggunakan jasa baiknya untuk berkontribusi mencapai solusi yang akan menghasilkan perdamaian permanen,” kata pejabat Saudi Press Agency (SPA).

Silakan Bekomentar
Arab Saudi Dmitry Peskov Volodymyr Zelenskyy Wang Wenbin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

FAA AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 MAX 9

Berita Terkini

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

Ajeng NadyaAjeng Nadya18 Mei 2026 Pemkab Kutim

DP2KB Kutim Gencarkan Edukasi Gizi Cegah Stunting

18 Mei 2026

Sirnas C Bupati Open 2026 Tuntas, Kutim Fokus Pembinaan Atlet Lokal

17 Mei 2026

KDMP Desa Singa Gembara Diresmikan, Siap Dorong Ekonomi Lokal

16 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.