Samarinda – Kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur tak hanya membutuhkan penanganan teknis. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda sekaligus Wakil Ketua Komisi III, Arif Kurniawan, mengajak pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan masyarakat memperkuat ikhtiar melalui pelaksanaan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Arif menilai kondisi cuaca kering di sejumlah daerah perlu dihadapi melalui dua pendekatan yang berjalan beriringan. Selain mitigasi dan langkah konkret menjaga lingkungan, masyarakat juga dapat menempuh jalan spiritual melalui doa bersama. Karena itu, ia berharap pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dapat memfasilitasi salat istisqa dengan melibatkan MUI, Kementerian Agama, tokoh agama, serta masyarakat luas.
“Salat istisqa adalah bagian dari ikhtiar kita sebagai umat Islam. Ketika hujan belum turun dan kondisi lingkungan mulai mengalami kekeringan, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Arif.
Menurut Arif, salat istisqa bukan hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan memperlakukan lingkungan secara bertanggung jawab.
Ia menekankan, persoalan kekeringan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kondisi alam yang harus ditunggu hingga berakhir. Kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, serta sumber air juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak musim kering.
“Doa harus disertai ikhtiar. Kita memohon hujan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi kerusakan hutan dan menjaga sumber-sumber air,” katanya.
Arif menilai keterlibatan banyak pihak diperlukan agar upaya menghadapi kekeringan tidak berjalan secara parsial. Pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi, sementara tokoh agama dan masyarakat dapat membangun kesadaran bersama melalui pendekatan keagamaan dan sosial.
Selain mendorong pelaksanaan salat istisqa, Arif juga mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, doa, dan sedekah. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial serta memperkuat kepedulian antarsesama dalam menghadapi kondisi alam yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Ajakan tersebut sekaligus menempatkan persoalan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Upaya mencegah pembakaran lahan, mengurangi kerusakan hutan, serta menjaga keberadaan sumber air dinilai sama pentingnya dengan ikhtiar spiritual yang dilakukan melalui doa.
Bagi Arif, keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin menjadi hal yang perlu dikuatkan ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Ia berharap kebersamaan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan warga dapat membangun kepedulian yang lebih kuat terhadap lingkungan.
“Semoga dengan salat istisqa dan doa bersama, Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa maslahat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Dorongan Arif Kurniawan tersebut menjadi seruan agar penanganan kekeringan di Kalimantan Timur tidak berhenti pada upaya teknis. Salat istisqa, doa bersama, kepedulian sosial, dan perlindungan lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi cuaca kering.
