Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Arif Kurniawan: Jika Proyek Terowongan Samarinda Bermasalah, Jangan Saling Menyalahkan

19 Mei 2026

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Soroti Transparansi Anggaran Terowongan

19 Mei 2026

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

18 Mei 2026
1 2 3 … 923 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Arif Kurniawan: Jika Proyek Terowongan Samarinda Bermasalah, Jangan Saling Menyalahkan

Komisi III DPRD Samarinda menolak adanya saling lempar tanggung jawab dalam proyek pemerintah.
DPRD Kota Samarinda Ajeng NadyaAjeng Nadya19 Mei 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Arif Kurniawan
Wakil ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Arif Kurniawan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Persoalan proyek pemerintah yang berpotensi menimbulkan masalah kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Di tengah pelaksanaan sejumlah pembangunan strategis di Kota Tepian, Komisi III DPRD menegaskan bahwa setiap persoalan proyek harus disikapi dengan tanggung jawab yang jelas dan terukur, tanpa adanya praktik saling menyalahkan antar pihak terkait.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, , menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek pemerintah merupakan bagian dari fungsi kelembagaan DPRD untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas pekerjaan, kepatuhan aturan, maupun target penyelesaian. Menurut politisi dari (PKS) tersebut, tanggung jawab atas proyek yang bermasalah harus ditempatkan secara proporsional sesuai peran masing-masing pihak.

“Komisi III DPRD memiliki fungsi pengawasan agar proyek pemerintah berjalan sesuai aturan, kualitas, dan target waktu. Jika ditemukan masalah, maka tanggung jawab harus dilihat secara proporsional antara kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan OPD terkait, khususnya Dinas PUPR,” ujar Arif Kurniawan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat menuntut adanya standar teknis dan administrasi yang dipenuhi secara disiplin. Karena itu, DPRD tidak menginginkan adanya saling lempar tanggung jawab ketika ditemukan kendala ataupun indikasi pelanggaran dalam proses pembangunan.

“Kami tidak ingin ada saling lempar tanggung jawab. Setiap pekerjaan yang menggunakan uang rakyat wajib memenuhi standar teknis dan administrasi. Bila ditemukan potensi pelanggaran, tentu kami akan mendorong evaluasi menyeluruh dan menyerahkan kepada aparat pengawas sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Menurut Arif, pengawasan yang dilakukan DPRD tidak dimaksudkan untuk menghambat pembangunan daerah. Sebaliknya, fungsi kontrol tersebut justru bertujuan memastikan setiap proyek benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Pengawasan DPRD bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi memastikan pembangunan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian terhadap kualitas proyek pemerintah semakin meningkat seiring besarnya anggaran pembangunan yang digelontorkan daerah. Oleh sebab itu, DPRD menilai koordinasi antarpihak pelaksana, pengawas, dan organisasi perangkat daerah perlu diperkuat agar potensi masalah dapat dicegah sejak dini. Evaluasi berkala juga dinilai penting untuk menjaga mutu pekerjaan sekaligus menghindari kerugian daerah akibat lemahnya pengawasan.

Dengan pengawasan yang berjalan optimal, DPRD berharap pembangunan infrastruktur di Samarinda tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Soroti Transparansi Anggaran Terowongan

Pansus DPRD Apresiasi Kinerja Perumdam Samarinda

Anhar Soroti 49 Ribu Warga Terancam Kehilangan BPJS PBI

Berita Terkini

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Soroti Transparansi Anggaran Terowongan

Ajeng NadyaAjeng Nadya19 Mei 2026 DPRD Kota Samarinda

Pemkab Kutim Perkuat Layanan RT Lewat Bantuan Motor

18 Mei 2026

DP2KB Kutim Gencarkan Edukasi Gizi Cegah Stunting

18 Mei 2026

Sirnas C Bupati Open 2026 Tuntas, Kutim Fokus Pembinaan Atlet Lokal

17 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.