Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Transparansi SPMB dan Data Pendidikan

10 Jun 2026

DPRD Dorong Pemetaan Sekolah Usai Nilai TKA Melonjak

10 Jun 2026

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

5 Jun 2026
1 2 3 … 930 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa

Uni Eropa telah mengambil berbagai langkah untuk menekan produk kelapa sawit Indonesia
Ekonomi Intan WardahIntan Wardah26 Jun 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi. Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa
Ilustrasi. Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Uni Eropa telah mengambil berbagai langkah untuk menekan produk kelapa sawit Indonesia, termasuk memberlakukan Undang-Undang Deforestasi pada 16 Mei 2023. Selain itu, mereka juga melakukan kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit, khususnya minyak sawit, dengan mengaitkannya dengan isu lingkungan dan kesehatan.

Eddy Abdurrachman, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menyatakan bahwa tindakan Uni Eropa tersebut adalah persaingan dagang. Mereka tidak puas dengan kompetitivitas minyak sawit Indonesia yang dianggap lebih baik.

“Melihat tingkat produktivitas kelapa sawit yang tinggi, kelapa sawit sangat kompetitif dalam perdagangan internasional untuk minyak nabati, dibandingkan dengan minyak nabati lainnya seperti minyak bunga matahari dan kedelai. Inilah yang menjadi tantangan bagi negara penghasil minyak nabati selain kelapa sawit,” ungkap Eddy dalam acara Special Dialogue ‘Menggapai Sawit Tetap Jadi Andalan Indonesia saat Dunia Penuh Ketidakpastian’.

Perjuangan Melawan Kampanye Negatif

Eddy menambahkan, “Saya melihat ini sebagai kompetisi bisnis di mana mereka mengambil langkah-langkah untuk melakukan kampanye negatif yang bertujuan untuk merugikan industri kelapa sawit. Mereka menyampaikan berbagai isu terkait kesehatan, hak asasi manusia, dan deforestasi.”

Indonesia sedang berjuang bersama Malaysia untuk menggugat Uni Eropa. Tujuannya adalah agar kebijakan Uni Eropa ini tidak merugikan Indonesia dan Malaysia, yang merupakan dua produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Pendekatan Persuasif

Namun, Indonesia dan Malaysia belum akan mengajukan gugatan ke Badan Perdagangan Dunia (WTO). Kedua negara akan mengadopsi pendekatan persuasif terlebih dahulu, dengan harapan Uni Eropa akan lebih lunak dalam kebijakannya.

“Efek langkah-langkah yang kita ambil dalam berdialog dengan masyarakat Uni Eropa ini memberikan respons positif. Kita akan terus berjuang untuk melindungi kepentingan industri kelapa sawit,” ujar Eddy.

Minyak Sawit Berada di Peringkat Terendah

Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengatakan bahwa minyak sawit berada di peringkat terendah di antara minyak nabati lainnya di Uni Eropa, meskipun memiliki berbagai keunggulan. Ia menyebut bahwa minyak sawit kaya akan nutrisi dan omega, serta memberikan manfaat bagi kulit dan kesehatan.

“Sawit kita dianggap rendah, padahal memiliki nutrisi tinggi, termasuk omega. Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan masyarakat terhadap minyak sawit, menjadikannya sebagai emas dan bukan loyang,” kata Sahat.

Indonesia dan Malaysia akan terus berupaya melindungi industri kelapa sawit dan memperjuangkan kepentingan mereka di hadapan Uni Eropa, dengan harapan dapat mencapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Silakan Bekomentar
Eddy Abdurachman Industri Sawit Uni Eropa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

Enam Program CSR PHI Raih Penghargaan Dunia di Bangkok

Kaltim Dukung Ekraf, Pemuda Didorong Kembangkan Potensi Daerah

Berita Terkini

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Transparansi SPMB dan Data Pendidikan

AlawiAlawi10 Jun 2026 DPRD Kota Samarinda

DPRD Dorong Pemetaan Sekolah Usai Nilai TKA Melonjak

10 Jun 2026

Audiensi dengan Bupati Kutim, PLN Optimistis Elektrifikasi Capai 100 Persen pada 2028

5 Jun 2026

Jimmi Apresiasi Respons Cepat Polisi Ungkap Kasus Royyan

4 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.