Sangatta – Akses air bersih menjadi salah satu “benteng awal” dalam mencegah stunting. Perumda Tirta Tuah Benua Kutai Timur memperkuat perannya dalam program penanganan keluarga rawan stunting dengan memfasilitasi penyambungan air bersih bagi warga Sangatta Utara melalui kolaborasi bersama PT Kaltim Prima Coal (PT KPC), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta sejumlah mitra lainnya.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program BERSATU atau Bersama Atasi Stunting Secara Terpadu. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Ruang Rapat Perumda Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Selasa (11/8/2026), dengan sasaran keluarga rawan stunting yang membutuhkan dukungan sanitasi dan akses air bersih di wilayah Sangatta Utara.
Program BERSATU yang telah diresmikan Bupati Kutai Timur sejak Desember 2025 menggabungkan empat intervensi utama, yakni pemenuhan nutrisi, penyediaan Rumah Layak Huni, pembangunan jamban sehat, serta akses air bersih. Dalam tahapan penyaluran kali ini, sebanyak 13 kepala keluarga menerima manfaat dari berbagai jenis bantuan.
Perumda Tirta Tuah Benua mengambil bagian dalam penyediaan akses air bersih bagi lima kepala keluarga. Sementara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kutai Timur membantu pembangunan 11 jamban sehat atau septic tank, sedangkan PT KPC menyediakan lima bilik mandi, cuci, kakus.
Direktur Teknik Perumda Tirta Tuah Benua Galuh Boyo Munanto mengatakan dukungan penyediaan air bersih membutuhkan pemetaan sasaran yang akurat agar bantuan benar-benar diberikan kepada keluarga yang membutuhkan. Keluarga rawan stunting menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Berdasarkan pemutakhiran data pendampingan, sasaran penerima manfaat ini diprioritaskan bagi Keluarga Rawan Stunting (KRS) untuk pencegahan awal. Kami akan terus berkolaborasi dengan jajaran manajemen di Sangatta Utara untuk memetakan kembali sisa target KK yang belum mendapat akses air bersih,” jelas Galuh.
Perumda Tirta Tuah Benua juga akan melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperluas cakupan layanan. Penyediaan air bersih dinilai menjadi salah satu bagian penting dari intervensi stunting karena kualitas sanitasi dan lingkungan keluarga turut memengaruhi kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Acting Manager Community Empowerment PT KPC Mohammad Yusuf mengatakan program BERSATU dijalankan secara bersama dengan pemerintah daerah dan puluhan perusahaan mitra. Ia menyebut target penyambungan air bersih di Sangatta Utara masih cukup besar.
“Saat ini bantuan disalurkan kepada 13 KK. Untuk akses air bersih, target total kita sebenarnya menyasar 55 KK di Sangatta Utara, sehingga masih ada sekitar 50 KK yang akan diupayakan secara bertahap lewat koordinasi berkelanjutan,” ujar Yusuf.
Selain penyediaan air bersih, program tersebut menargetkan pembangunan 23 unit septic tank sehat dan 13 unit Rumah Layak Huni. Intervensi itu diarahkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan keluarga sehingga faktor risiko stunting dapat ditekan secara lebih menyeluruh.
PT KPC turut membangun kemitraan dengan 34 perusahaan kontraktor, termasuk Yayasan Senyum dan Harapan. Kolaborasi tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp300 juta. Sebanyak Rp150 juta dialokasikan untuk mendukung operasional Rumah Rehab Gizi Sangatta Utara, sementara sebagian lainnya digunakan untuk pemenuhan fasilitas air bersih dan sanitasi masyarakat.
“Kami berharap pada 2030 mendatang, Kutai Timur sudah bebas dari stunting sehingga anak-anak dapat tumbuh optimal,” tegasnya.
Bagi Perumda Tirta Tuah Benua, penyediaan sambungan air bersih tidak berhenti pada pembangunan jaringan. Akurasi data penerima manfaat menjadi bagian penting karena masih terdapat keluarga sasaran yang perlu dipetakan untuk memperoleh akses serupa pada tahap berikutnya.
Kolaborasi antarlembaga juga memperlihatkan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan gizi. Lingkungan rumah, kualitas air, sanitasi, dan kelayakan tempat tinggal memiliki hubungan erat dengan upaya menciptakan kondisi tumbuh kembang anak yang lebih sehat.
Kehadiran Perumda Tirta Tuah Benua dalam program tersebut sekaligus memperkuat peran perusahaan daerah air minum dalam mendukung agenda pembangunan kesehatan masyarakat. Dengan memperluas akses air bersih, perusahaan daerah itu tidak hanya memberikan layanan dasar, tetapi juga berkontribusi langsung pada upaya pencegahan stunting.
Kegiatan serah terima turut dihadiri jajaran manajemen Perumda Tirta Tuah Benua, perwakilan DPPKB Kutai Timur, Penyuluh Keluarga Berencana, Superintendent Community Health and Education PT KPC, serta keluarga penerima manfaat.
Sinergi antara Perumda Tirta Tuah Benua, PT KPC, pemerintah daerah, dan mitra swasta diharapkan terus berlanjut hingga seluruh keluarga sasaran mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan. Dengan akses air bersih yang semakin luas dan sanitasi yang lebih sehat, risiko stunting di Sangatta Utara diharapkan dapat ditekan secara berkelanjutan.



