Samarinda – “Amanah baru, harapan baru.” Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Samarinda, H. Arif Kurniawan, menyambut kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031. Ia berharap estafet kepemimpinan tersebut semakin memperkokoh persatuan umat sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
KH Miftachul Akhyar dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU, sementara Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun mendatang. Keduanya terpilih dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026.
Arif menyampaikan ucapan selamat kepada kedua tokoh tersebut atas amanah yang diberikan. Menurutnya, kepemimpinan PBNU memiliki posisi penting, bukan hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, harmonis dan menjunjung tinggi persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
“Semoga senantiasa amanah dalam mengemban tugas, serta mampu memimpin jamaah dan jam’iyah menuju kemajuan dan keberkahan,” demikian pesan Arif Kurniawan dalam ucapan yang disampaikannya.
Arif menaruh harapan agar kepemimpinan baru tersebut mampu menjaga kekuatan NU sebagai organisasi yang berakar kuat di tengah masyarakat. Penguatan jamaah dan jam’iyah dinilai penting agar peran organisasi tidak hanya terlihat dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga semakin nyata dalam bidang pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat hingga menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, tantangan organisasi keagamaan ke depan semakin kompleks seiring perubahan sosial, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Karena itu, PBNU diharapkan mampu terus hadir sebagai ruang yang menyejukkan sekaligus memberikan arah kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas yang telah lama dijaga.
Semangat “Merawat Tradisi, Menumbuhkan Inovasi” turut menjadi pesan yang disampaikan dalam ucapan Fraksi PKS Samarinda. Kalimat tersebut menggambarkan harapan agar NU tetap menjaga warisan keilmuan, tradisi pesantren serta nilai-nilai keislaman yang telah mengakar, namun tetap terbuka terhadap gagasan dan pendekatan baru untuk menjawab tantangan masyarakat modern.
Bagi Arif, tradisi dan inovasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Tradisi dapat menjadi fondasi yang menjaga karakter organisasi, sedangkan inovasi dibutuhkan agar keberadaan organisasi terus relevan dengan kebutuhan generasi dan perkembangan zaman.
Kepemimpinan PBNU untuk lima tahun mendatang juga diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke daerah. Dengan jaringan NU yang luas, langkah dan kebijakan PBNU akan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan umat, terutama dalam menjaga kerukunan, memperkuat pendidikan keagamaan dan membangun solidaritas sosial.
Arif juga memandang hubungan harmonis antara organisasi masyarakat, unsur pemerintah, lembaga politik serta berbagai elemen bangsa perlu terus dirawat. Perbedaan latar belakang maupun pilihan politik, menurut semangat ucapan tersebut, tidak semestinya menghalangi kerja bersama untuk kepentingan masyarakat dan persatuan Indonesia.
Ucapan dari Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda itu sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama. Arif berharap amanah yang kini berada di pundak KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin dapat dijalankan dengan kebijaksanaan serta memberikan manfaat yang semakin luas.
Dengan kepemimpinan baru PBNU masa khidmat 2026–2031, harapan terhadap peran NU dalam menjaga persatuan, merawat tradisi, sekaligus menghadirkan pembaruan kembali mengemuka. Fraksi PKS Samarinda pun berharap perjalanan lima tahun ke depan membawa kemajuan dan keberkahan bagi jamaah, jam’iyah serta kehidupan kebangsaan Indonesia.



