Samarinda – Persiapan Kota Samarinda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser diibaratkan seperti pelari yang telah bersiap di garis start, namun belum mendengar aba-aba dimulai. DPRD Kota Samarinda menilai kepastian teknis dari penyelenggara menjadi kunci sebelum anggaran dapat difinalkan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyampaikan hingga kini pemerintah daerah belum dapat memastikan jumlah atlet yang akan diberangkatkan maupun besaran anggaran yang dibutuhkan. Hal itu disebabkan belum adanya keputusan mengenai cabang olahraga, nomor pertandingan, lokasi venue, hingga jadwal pelaksanaan secara rinci.
“Hari ini Kota Samarinda ingin memastikan keikutsertaan pada Porprov di Kabupaten Paser. Namun kami belum bisa memastikan secara keseluruhan karena masih ada beberapa hal yang bersifat teknis maupun nonteknis,” kata Novan.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan sementara, kontingen Samarinda diperkirakan berkekuatan sekitar 1.500 hingga 1.700 atlet. Dengan asumsi tersebut, kebutuhan anggaran diproyeksikan mencapai sekitar Rp10,5 miliar apabila seluruh atlet diberangkatkan.
Menurut Novan, persoalan lain adalah belum tersedianya anggaran pelaksanaan Porprov dalam APBD murni Tahun Anggaran 2026. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya untuk kebutuhan pendaftaran dan persiapan awal, sehingga pembiayaan utama diharapkan dapat dialokasikan melalui APBD Perubahan.
“Kami ingin memastikan kembali berapa anggaran yang benar-benar dibutuhkan. Usulannya sekitar Rp10,5 miliar, tetapi finalisasinya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, DPRD juga menyoroti kesiapan akomodasi di Kabupaten Paser. Berdasarkan informasi yang diterima, kapasitas penginapan di daerah tuan rumah diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 2.000 orang, sementara total atlet dari sembilan kabupaten/kota ditambah tuan rumah diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu orang.
Komisi IV DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan terus melakukan koordinasi agar kebutuhan anggaran dapat dipenuhi melalui pembahasan APBD Perubahan. Sementara itu, penentuan cabang olahraga dan nomor pertandingan tetap menunggu keputusan resmi dari panitia penyelenggara.
Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, DPRD berharap seluruh persiapan dapat dimatangkan lebih awal sehingga Kota Samarinda mampu mengikuti Porprov secara optimal tanpa terkendala persoalan administratif maupun pendanaan. (ADV).


