Samarinda – Proyek Terowongan Samarinda kembali menjadi perhatian publik setelah adanya sorotan terkait tambahan anggaran pembangunan infrastruktur strategis tersebut. Di tengah harapan besar masyarakat terhadap solusi kemacetan dan pembukaan akses konektivitas baru, DPRD Kota Samarinda mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel agar proyek tidak menjadi persoalan baru bagi keuangan daerah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, , menilai proyek terowongan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses antarwilayah di Kota Tepian. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap usulan tambahan anggaran wajib disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik maupun lembaga pengawas.

“Terowongan Samarinda merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu mengurai kemacetan dan membuka konektivitas baru kota. Namun sebagai anggota Komisi III DPRD, saya menegaskan bahwa setiap tambahan anggaran harus disertai penjelasan yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arif Kurniawan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar memang membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai. Akan tetapi, perencanaan yang matang dan pengawasan ketat menjadi syarat mutlak agar proyek tidak menimbulkan pembengkakan biaya yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jangan sampai proyek strategis berubah menjadi beban APBD akibat lemahnya perencanaan atau pengawasan. Prinsip kami jelas: pembangunan harus berjalan, tetapi akuntabilitas anggaran tetap menjadi prioritas utama,” katanya menegaskan.

Sorotan DPRD ini muncul di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap manfaat jangka panjang Terowongan Samarinda, yang diproyeksikan dapat memangkas kepadatan lalu lintas di sejumlah titik sekaligus mempercepat konektivitas kawasan perkotaan. Selain mendukung efisiensi mobilitas, proyek tersebut juga dipandang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui akses transportasi yang lebih lancar.

Di sisi lain, DPRD menilai pengawasan terhadap pelaksanaan proyek harus dilakukan secara berkelanjutan. Transparansi dalam penggunaan anggaran, evaluasi progres pekerjaan, hingga kesesuaian target pembangunan menjadi aspek yang dinilai penting untuk memastikan manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat tanpa membebani fiskal daerah di masa depan.

Dengan pengawasan yang ketat serta keterbukaan informasi, proyek Terowongan Samarinda diharapkan dapat berjalan sesuai tujuan awal, yakni menghadirkan solusi kemacetan sekaligus mendukung pengembangan tata kota yang lebih terhubung dan efisien.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version