Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Uci, terus mendorong pelaku UMKM di daerahnya untuk semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Menurutnya, banyak produk UMKM di Kutai Timur yang masih terlihat seragam dan kurang menonjol, sehingga diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan daya tarik produk.
Dalam keterangannya beberapa hari yang lalu, Uci menyampaikan bahwa UMKM harus lebih berani berinovasi dan menciptakan produk yang unik. “Saat ini produk UMKM kita masih terkesan monoton. Inovasi sangat penting agar produk bisa tampil beda dan lebih menarik di pasar, baik lokal maupun internasional,” ujarnya. Ia menilai bahwa dengan inovasi, produk-produk dari Kutai Timur bisa memiliki daya jual yang lebih tinggi dan mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan.
Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal dengan Keunikan dan Kualitas
Uci menjelaskan bahwa untuk menarik perhatian konsumen di pasar yang lebih luas, UMKM perlu mengedepankan kualitas dan ciri khas yang berbeda dari produk lain. Keunikan tersebut bisa berasal dari desain produk, bahan yang digunakan, hingga cara penyajian produk. Ia meyakini bahwa produk yang memiliki ciri khas tersendiri akan lebih mudah dikenal dan diminati oleh konsumen, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di luar daerah.
“Produk yang punya ciri khas dan kualitas bagus akan lebih mudah menarik perhatian. Kita butuh produk-produk yang unik dari Kutim, agar bisa bersaing di luar sana. Jika produk kita berbeda, konsumen akan lebih tertarik untuk membeli,” tambah Uci.
Menurutnya, daya saing yang kuat adalah kunci untuk bertahan dalam persaingan global. Produk UMKM yang memiliki kualitas tinggi dan menawarkan sesuatu yang baru akan lebih menarik dan diminati, terutama di pasar online yang memungkinkan produk untuk diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia bahkan dunia. Ia berharap, dengan meningkatnya daya saing, UMKM di Kutai Timur bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Pemanfaatan Media Digital untuk Belajar dan Berkembang
Uci juga mendorong pelaku UMKM di Kutai Timur untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar dan berkembang. Platform seperti YouTube dan media sosial lainnya dapat dijadikan referensi bagi pelaku usaha untuk melihat contoh pengembangan produk dan strategi bisnis yang sukses. Menurutnya, media digital adalah sumber pengetahuan yang luas, yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Hal ini sangat membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan inspirasi dan ide baru tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“YouTube dan media digital lainnya bisa jadi sumber pembelajaran. Pelaku usaha bisa belajar cara mengembangkan produk, melihat tren pasar, dan mendapatkan ide bisnis baru. Ini kesempatan besar, jadi manfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Dengan mengikuti perkembangan teknologi, Uci optimis UMKM di Kutai Timur akan lebih siap menghadapi tantangan di era digital. Media digital tidak hanya membantu dalam mencari inspirasi produk, tetapi juga menjadi alat promosi yang efektif. Ia menyarankan agar UMKM di Kutai Timur mulai belajar membuat konten promosi yang menarik dan sesuai dengan tren, sehingga produk mereka bisa lebih mudah ditemukan oleh konsumen.
Belajar dari Kisah Sukses UMKM Lain
Selain itu, Uci menganjurkan pelaku UMKM untuk belajar dari kisah sukses UMKM lain yang berhasil menembus pasar global. Melalui cerita-cerita sukses tersebut, pelaku usaha di Kutai Timur bisa mendapatkan pandangan tentang strategi dan pendekatan yang tepat dalam mengembangkan bisnis mereka. Menurutnya, pengalaman dari pelaku usaha lain yang sudah berhasil bisa menjadi pembelajaran berharga bagi UMKM di Kutai Timur.
“Banyak UMKM yang sudah berhasil menembus pasar nasional bahkan internasional. Dari situ, pelaku usaha di Kutim bisa belajar, melihat bagaimana mereka mengembangkan produk, dan mungkin mengadopsi beberapa pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Menghadapi Tantangan dan Terus Berinovasi
Uci juga mengakui bahwa berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar tidak selalu mudah bagi pelaku UMKM, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan teknologi. Namun, ia berharap agar para pelaku usaha tetap semangat dan berani mencoba hal-hal baru. Dengan dorongan dan pendampingan yang tepat, ia yakin UMKM di Kutai Timur akan mampu menghadapi tantangan dan berkompetisi di pasar yang lebih besar.
“Memang tidak mudah untuk terus berinovasi, apalagi dengan adanya keterbatasan. Namun, jangan menyerah. Mulailah dari langkah kecil, seperti mempelajari teknik pemasaran digital, atau mencoba membuat desain produk yang lebih menarik. Dengan upaya yang konsisten, pasti akan ada hasilnya,” ujar Uci.
Dukungan Pemerintah untuk UMKM Berdaya Saing
Dalam pernyataannya, Uci juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh kepada UMKM di Kutai Timur dalam upaya mereka untuk berinovasi. Ia mendorong adanya pelatihan atau program-program pendampingan yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan ide kreatif dan meningkatkan keterampilan mereka. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar UMKM dapat tumbuh dan memiliki daya saing di pasar global.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh kemajuan UMKM Kutim. Kami berharap pemerintah juga terus memberikan dukungan melalui program pelatihan atau bantuan pemasaran. Ini akan sangat membantu UMKM dalam mengembangkan produk dan memperluas pasar,” tegasnya.
Optimis UMKM Kutim Mampu Bersaing di Pasar Global
Dengan berbagai langkah tersebut, Uci optimis UMKM di Kutai Timur akan semakin berkembang dan siap bersaing di pasar global. Ia yakin bahwa dengan inovasi, kreativitas, dan dukungan yang baik, UMKM di daerah ini akan mampu bersaing dan membawa dampak positif bagi perekonomian Kutai Timur.
“Jika kita terus berinovasi dan memperbaiki kualitas produk, tidak ada yang tidak mungkin. Saya yakin UMKM Kutim mampu bersaing di pasar global dan bahkan menjadi kebanggaan daerah. Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Uci.
Melalui dukungan dan semangat berinovasi, Uci berharap UMKM di Kutai Timur bisa semakin maju dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian lokal, sekaligus membawa nama Kutai Timur ke kancah nasional maupun internasional.




