Sangatta – Upaya menekan stunting di Sangatta Utara kini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) bersama Perumda Tirta Tuah Benua menggandeng 34 mitra untuk memperluas intervensi sanitasi lingkungan, mulai penyediaan air bersih hingga pembangunan fasilitas MCK dan septic tank sehat bagi keluarga berisiko stunting.

Program tersebut dijalankan melalui BERSATU atau Bersama Atasi Stunting Secara Terpadu yang menyasar keluarga penerima manfaat di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (11/8/2026). Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada 13 kepala keluarga yang menjadi prioritas berdasarkan hasil pendataan dan pendampingan.

Intervensi yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan rumah tangga sebagai salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting. Dalam pelaksanaan tahap ini, program mencakup penyambungan air bersih, pembangunan bilik MCK, serta penyediaan septic tank sehat.

Acting Manager Community Empowerment PT KPC Mohammad Yusuf mengatakan, sasaran penyediaan air bersih di Sangatta Utara masih cukup besar. Dari target keseluruhan sebanyak 55 kepala keluarga, bantuan saat ini baru menjangkau sebagian penerima.

“Saat ini bantuan disalurkan kepada 13 KK. Untuk akses air bersih, target total kita sebenarnya menyasar 55 KK di Sangatta Utara, sehingga masih ada sekitar 50 KK yang akan diupayakan secara bertahap lewat koordinasi berkelanjutan,” ujar Yusuf.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama dengan pemerintah daerah, perusahaan mitra, serta lembaga yang terlibat dalam penanganan keluarga berisiko stunting. Kolaborasi dinilai menjadi penting karena persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus menyentuh faktor sanitasi dan akses terhadap air bersih.

Perumda Tirta Tuah Benua menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting dalam perluasan layanan air bersih kepada masyarakat sasaran. Perusahaan daerah tersebut akan terus melakukan pemetaan terhadap keluarga yang belum memperoleh akses agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih tepat.

Direktur Teknik Perumda Tirta Tuah Benua Galuh Boyo Munanto menegaskan pihaknya siap melanjutkan kolaborasi untuk memastikan keluarga prioritas mendapatkan akses air bersih.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan jajaran manajemen di Sangatta Utara untuk memetakan kembali sisa target KK yang belum mendapat akses air bersih,” ungkap Galuh.

Pemetaan penerima manfaat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena bantuan diarahkan kepada keluarga yang memiliki faktor risiko stunting. Dengan data yang lebih akurat, intervensi diharapkan dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan dukungan fasilitas dasar.

Pelibatan 34 mitra juga menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan dukungan yang lebih luas. Perusahaan, pemerintah, pengelola layanan air bersih, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing agar kebutuhan keluarga sasaran dapat dipenuhi secara bertahap.

Akses air bersih dan sanitasi yang memadai menjadi salah satu fondasi lingkungan keluarga yang sehat. Jika fasilitas dasar tersebut tersedia, risiko gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak diharapkan dapat semakin ditekan.

Kolaborasi PT KPC dan Perumda Tirta Tuah Benua bersama puluhan mitra tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting di Kutai Timur. Pendekatan yang dilakukan menempatkan keluarga penerima manfaat sebagai sasaran utama, dengan bantuan yang disesuaikan terhadap kebutuhan lingkungan tempat tinggal.

Ke depan, penyambungan air bersih bagi keluarga yang belum terjangkau akan menjadi salah satu pekerjaan yang terus dilanjutkan. Koordinasi dan pemutakhiran data dibutuhkan agar target 55 kepala keluarga dapat direalisasikan secara bertahap.

Dengan dukungan sanitasi, air bersih, serta keterlibatan berbagai pihak, program BERSATU diharapkan tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek. Program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat sehingga upaya pencegahan stunting dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Sangatta Utara.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version