SANGATTA – Kebahagiaan menyelimuti Weni, salah satu wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta yang berhasil menyelesaikan pendidikan tingginya. Perempuan asal Margo Santoso, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), itu menjadi bagian dari 247 lulusan yang mengikuti Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-XIV STIE Nusantara Sangatta, Sabtu (3/10/2026).

Prosesi wisuda berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta. Sebanyak 247 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan berasal dari Program Sarjana (S1) Manajemen, S1 Akuntansi, serta Pascasarjana Magister Manajemen (S2).

Bagi Weni, momentum wisuda tersebut menjadi salah satu hari yang membahagiakan setelah melalui proses panjang selama menempuh pendidikan. Ia mengaku bersyukur dan senang akhirnya mampu menyelesaikan kuliah hingga memperoleh gelar Sarjana Manajemen (S.M.).

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia dan senang bisa sampai pada tahap ini. Semoga ilmu yang saya dapat selama kuliah menjadi ilmu yang bermanfaat,” ujar Weni.

Dalam menyelesaikan pendidikan sarjananya, Weni mengangkat skripsi berjudul “Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur.”

Melalui penelitian tersebut, Weni mengangkat persoalan pengembangan sumber daya manusia, khususnya keterkaitan pelatihan dan kompetensi terhadap kinerja pegawai di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur.

Menurut Weni, perjalanan menyelesaikan pendidikan hingga tugas akhir memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan yang diharapkan tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Ilmu yang diperolehnya selama kuliah ingin dijadikan bekal dalam menjalani kehidupan dan memasuki dunia profesional.

Ia juga berharap pendidikan yang telah ditempuh dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga keluarga, lingkungan sekitar serta masyarakat luas.

Wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada 247 wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Ia juga memberikan penghargaan kepada para dosen, tenaga pendidik dan keluarga yang selama ini mendampingi mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Mahyunadi menekankan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, para lulusan memasuki tahapan baru yang menuntut kemampuan menerapkan ilmu yang diperoleh selama di perguruan tinggi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang lulusan tidak hanya dilihat dari gelar yang disandang, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kompetensi tersebut mampu diterjemahkan menjadi karya, inovasi serta kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerah.

Mahyunadi juga meminta para lulusan tidak membatasi orientasi setelah kuliah hanya untuk memperoleh pekerjaan. Lulusan perguruan tinggi, menurutnya, perlu memiliki keberanian membaca peluang usaha, membangun kreativitas serta menciptakan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Pesan tersebut dinilai penting seiring perkembangan ekonomi Kutai Timur yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas.

“Pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi masyarakat sehingga peluang ekonomi yang tumbuh di Kutim dapat dimanfaatkan oleh sumber daya manusia lokal,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja terus berubah akibat perkembangan teknologi, digitalisasi hingga kecerdasan buatan. Kondisi tersebut membuat lulusan perguruan tinggi dituntut terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi serta mengembangkan daya pikir kritis dan kreatif.

Mahyunadi mengingatkan jangan sampai pertumbuhan pembangunan dan ekonomi Kutai Timur berlangsung lebih cepat dibandingkan kesiapan sumber daya manusianya.

“Karena itu, lulusan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus ikut menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah,” terangnya.

Ia berharap ilmu dan kompetensi yang diperoleh para wisudawan selama menjalani pendidikan dapat menjadi modal untuk berkarya, mengabdi dan memberi manfaat secara nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua STIE Nusantara Sangatta Amransyah mengatakan kelulusan 247 mahasiswa pada tahun ini menjadi salah satu bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan tinggi di Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Amransyah, keberhasilan para mahasiswa mencapai prosesi wisuda merupakan hasil dari perjalanan panjang yang di dalamnya terdapat kerja keras, kedisiplinan, dedikasi dan pengorbanan. Karena itu, gelar akademik yang diperoleh diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab kepada para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki.

Ia berpesan agar wisudawan dan wisudawati tetap rendah hati setelah menyandang gelar akademik. Para lulusan juga diminta tidak berhenti belajar karena perubahan di dunia kerja maupun kehidupan sosial berlangsung semakin cepat.

Amransyah menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan ketika memasuki kehidupan setelah kampus.

“Tantangan yang akan dihadapi di tengah masyarakat berbeda dengan kondisi selama menjalani perkuliahan, sehingga dibutuhkan kesiapan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan bahwa gelar yang diterima pada hari wisuda merupakan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Setelah meninggalkan kampus, setiap lulusan akan menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Wisuda tahun ini juga menjadi momentum penting bagi STIE Nusantara Sangatta karena untuk pertama kalinya perguruan tinggi tersebut meluluskan angkatan Program Magister Manajemen. Sebanyak 64 orang tercatat sebagai lulusan program pascasarjana tersebut.

Bagi Weni, pesan agar lulusan terus belajar dan mengembangkan kompetensi tersebut sejalan dengan harapannya setelah menyelesaikan pendidikan. Gelar sarjana yang kini disandangnya tidak ingin hanya menjadi pencapaian akademik, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan terus meningkatkan kemampuan.

Penelitian yang dilakukan Weni mengenai pelatihan, kompetensi dan kinerja pegawai juga menjadi salah satu pengalaman akademik yang memperkaya pengetahuannya mengenai pengembangan sumber daya manusia.

Weni berharap ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di STIE Nusantara Sangatta dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata serta memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.

“Harapannya semoga ke depan ilmu yang saya dapat menjadi ilmu yang bermanfaat,” tutup Weni.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version