Sangatta – SMPN 1 Sangatta Utara menggelar acara tahunan bertajuk Pesta Karya X di halaman sekolah mereka. Acara yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 8 November 2024 ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan kreativitas serta semangat belajar siswa-siswi dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila sebagai penerus bangsa. Dengan mengangkat tema “Melalui Kreativitas dan Semangat Belajar Kita Wujudkan Pelajar Pancasila Penerus Bangsa”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pelajar untuk berkreasi, berkarya, dan mengembangkan potensi mereka.
Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim
Pesta Karya X ini dibuka secara resmi oleh Ilham, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, dengan prosesi penabuhan gong sebagai simbolisasi pembukaan. Dalam sambutannya, Ilham menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ajang bagi siswa untuk unjuk kreativitas dan prestasi di berbagai bidang.
“Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), kegiatan seperti Pesta Karya ini dapat menjadi media yang tepat untuk membekali siswa dengan ruang dan waktu berkreasi dan berinovasi. Dengan demikian, mereka dapat mengekspresikan kemampuan mandiri yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan,” ujar Ilham.
Menurutnya, Pesta Karya ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif pada perkembangan mental siswa-siswi. Dengan keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan kreatif, para siswa diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai humanis, seperti sikap saling menghargai dan kepedulian terhadap sesama.
Ajang Pengembangan Bakat dan Apresiasi Kreativitas
Kepala SMPN 1 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi terhadap semangat dan partisipasi siswa-siswi dalam acara ini. Menurutnya, Pesta Karya adalah ajang penting untuk mengapresiasi dan mengembangkan bakat siswa yang mungkin selama ini belum terlihat.
“Pesta Karya ini adalah wadah dan ajang bagi anak-anak untuk berkarya dan menampilkan potensi mereka. Mulai dari karya seni, kerajinan tangan, hingga berbagai lomba yang diadakan sebagai sarana untuk mengasah keterampilan dan kreativitas mereka,” ujar Yetti.
Yetti juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, siswa dapat menyalurkan bakat di bidang seni dan olahraga. Selain itu, ia berharap ajang ini bisa menjadi tempat bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka yang mungkin belum terekspos dalam kegiatan belajar-mengajar formal di dalam kelas.
Beragam Lomba untuk Mengasah Kemampuan Siswa
Pada Pesta Karya X kali ini, SMPN 1 Sangatta Utara menghadirkan 22 jenis lomba yang bervariasi, mulai dari lomba seni hingga olahraga. Berbagai lomba ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan teman-teman dan para guru, serta mengasah keterampilan kompetitif secara sehat.
Kegiatan Pesta Karya ini juga dikenal sebagai salah satu program unggulan SMPN 1 Sangatta Utara, selain Spansatara Cup yang biasanya diadakan pada bulan Maret. “Pesta Karya diadakan pada bulan November, sedangkan Spansatara Cup digelar setiap bulan Maret. Insya Allah, tahun depan akan ada lebih banyak cabang olahraga yang ditambahkan pada Spansatara Cup, sehingga para siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang semakin beragam,” jelas Yetti.
Meningkatkan Kemampuan Ekonomi dan Jiwa Wirausaha
Salah satu tujuan dari Pesta Karya ini adalah untuk memberikan pengalaman ekonomi kepada para siswa. Di sela-sela kegiatan lomba, siswa juga diajak untuk mengelola usaha kecil-kecilan sebagai bentuk penerapan konsep wirausaha sejak dini. Dengan belajar berdagang dan menawarkan produk, siswa bisa memperoleh pemahaman tentang ekonomi dan jiwa kewirausahaan.
Ilham juga mengapresiasi konsep ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkaya keterampilan kreatif siswa, tetapi juga membantu mereka memahami cara mengelola keuangan, baik secara pribadi maupun dalam kelompok. “Banyak manfaat yang bisa didapat dari Pesta Karya ini, salah satunya adalah meningkatkan ekonomi pribadi siswa atau kelompok kelasnya. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai humanis, di mana siswa belajar saling berbagi dan bekerja sama dengan sesama siswa maupun dengan orang tua mereka,” tambah Ilham.
Dukungan dan Harapan dari Dinas Pendidikan
Ilham berharap agar ke depan acara seperti Pesta Karya ini bisa dikembangkan lebih luas lagi, bahkan hingga tingkat kabupaten. Menurutnya, inovasi yang dilakukan oleh SMPN 1 Sangatta Utara ini merupakan contoh baik yang patut diapresiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.
“Pesta Karya adalah inovasi luar biasa yang wajib diapresiasi. Saya berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi acara yang berkelas kabupaten sehingga lebih banyak lagi siswa yang bisa berpartisipasi dan mendapatkan manfaatnya,” ungkap Ilham dengan penuh antusias.




