Mojokerto – Mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman tidak cukup hanya dengan aturan tertulis, tetapi juga membutuhkan pemahaman hukum yang dimiliki seluruh warga sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto bersama Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto menggelar safari pendidikan hukum yang menjangkau seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan yang berlangsung mulai 13 Juni hingga 20 Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya Persyarikatan Muhammadiyah dalam memperkuat budaya sadar hukum di lingkungan pendidikan. Program ini melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dengan memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga sekolah sekaligus pentingnya menjunjung nilai keadilan dan perlindungan terhadap sesama.
Selain membahas hak peserta didik, materi yang disampaikan juga menitikberatkan pada langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah. Mulai dari perundungan (bullying), kekerasan antarpelajar, hingga pelecehan seksual secara verbal maupun fisik menjadi pembahasan utama agar seluruh warga sekolah memiliki kesadaran untuk mencegah dan melaporkan setiap tindakan yang melanggar aturan.
Direktur LBH AP Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto, Umam, menegaskan bahwa sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Menurutnya, perlindungan hukum harus menjadi bagian dari sistem pendidikan sehingga setiap anak dapat belajar tanpa rasa takut.
“Kami memastikan Persyarikatan Muhammadiyah akan memberikan dukungan penuh dalam penegakan keadilan serta melawan segala bentuk kezaliman yang terjadi di lingkungan pendidikan,” tegas Umam.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai hak-hak peserta didik perlu ditanamkan sejak dini agar mereka memiliki keberanian untuk menyampaikan laporan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Kesadaran hukum tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab, disiplin, dan saling menghormati.
Selama pelaksanaan safari pendidikan hukum, sambutan positif datang dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Mojokerto. Kepala sekolah, guru, pegawai, hingga peserta didik mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi interaktif yang berlangsung dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga sekolah terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dengan organisasi Muhammadiyah dalam membangun sistem perlindungan bagi peserta didik. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aspek hukum, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya budaya saling menghargai, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menegakkan nilai-nilai keadilan di lingkungan sekolah.
Dengan berakhirnya rangkaian safari pendidikan hukum, Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto berharap kesadaran hukum tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun pelecehan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, dan memiliki integritas tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.


