Sangatta – Dari rumah warga hingga memiliki bangunan sendiri, perjalanan Posyandu Kamasean di Desa Singa Gembara ibarat setitik cahaya yang terus dijaga agar tak padam. Setelah melayani masyarakat selama lebih dari satu dekade dengan fasilitas terbatas, Posyandu Kamasean akhirnya memiliki gedung permanen yang diresmikan pada Jumat (12/6/2026). Pembangunan tersebut menjadi salah satu capaian yang diwujudkan Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Peresmian Gedung Posyandu Kamasean berlangsung di Jalan Gemini Gang Satria, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Acara tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi. Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Timur Siti Robiah Ardiansyah, jajaran PT Kaltim Prima Coal (KPC), kepala perangkat daerah, unsur kecamatan, tokoh masyarakat, serta kader posyandu. Gedung berukuran 6 x 8 meter itu dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal dengan anggaran sebesar Rp205 juta. Proses pembangunannya dimulai pada [4 Desember 2025] dan selesai pada [April 2026].
Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Pembangunan gedung ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Kesehatan ibu, anak, dan balita menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di desa kami,” ujar Hamriani Kassa.
Menurutnya, keberadaan gedung baru itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selama ini, Posyandu Kamasean telah menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), namun masih membutuhkan sarana yang memadai agar pelayanan semakin optimal.
“Kami berharap gedung ini tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang nyaman dan representatif. Ke depan, kami juga masih membutuhkan dukungan untuk melengkapi sarana pendukung seperti ruang tunggu anak dan fasilitas bermain,” katanya.
Hamriani Kassa turut mengapresiasi kontribusi PT Kaltim Prima Coal yang telah memberikan dukungan melalui program CSR. Menurutnya, kerja sama tersebut membuktikan bahwa pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih cepat apabila didukung seluruh pihak.
Posyandu Kamasean sendiri telah berdiri sejak 2014 dan selama bertahun-tahun memanfaatkan rumah warga sebagai tempat pelayanan. Saat ini, rata-rata kunjungan masyarakat mencapai 104 orang setiap bulan, terdiri dari 49 balita, 39 warga usia produktif, sembilan bayi, empat lansia, dan empat ibu hamil. Tingginya angka kunjungan menunjukkan pentingnya keberadaan fasilitas kesehatan tersebut bagi masyarakat Desa Singa Gembara.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi menilai keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menurunkan angka stunting. Ia berharap pembangunan posyandu dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh dusun di Kecamatan Sangatta Utara.
“Kalau satu posyandu anggarannya sekitar Rp200 juta, membangun 10 posyandu hanya sekitar Rp2 miliar. Bahkan kalau membangun 100 posyandu, anggarannya sekitar Rp20 miliar. Sementara dana TJSL yang beredar bisa mencapai sekitar Rp80 miliar. Artinya masih banyak yang dapat dilakukan perusahaan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Mahyunadi juga memberikan apresiasi kepada PT Kaltim Prima Coal yang dinilai konsisten dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan.
“PT KPC ini paling aktif. Tanpa ditagih, tanpa diingatkan, mereka terus menyalurkan dana TJSL. Kalau yang lain-lain, kadang harus diingatkan terlebih dahulu,” katanya.
Menurut Mahyunadi, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa remaja calon orang tua. Ia menegaskan bahwa faktor keturunan bukan satu-satunya penentu pertumbuhan anak.
“Jangan pasrah dengan gen. Belum tentu orang yang bertubuh kecil itu karena faktor keturunan. Dengan asupan gizi yang tepat dan penanganan yang baik, pertumbuhan anak dapat menjadi lebih optimal,” tuturnya.
Peresmian Gedung Posyandu Kamasean menjadi penanda komitmen Pemerintah Desa Singa Gembara dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Hamriani Kassa, pembangunan sektor kesehatan diharapkan terus berkembang demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.