SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan workshop bertajuk Kepeloporan Pemuda di ruang MCC, Hotel Royal Victoria, Sangatta, pada Senin (18/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam berbagai bidang, seperti kewirausahaan, lingkungan, dan inovasi sosial.
Workshop ini menghadirkan Muhammad Sabir Anas, seorang pendamping dari komunitas Tangan Di Atas (TDA), sebagai narasumber. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, turut memberikan arahan kepada peserta terkait pentingnya kepeloporan di kalangan pemuda.
Dorongan untuk Bangkit
Dalam sambutannya, Basuki Isnawan menekankan pentingnya membangun kesadaran di kalangan pemuda Kutim agar mereka aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia mengajak generasi muda untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi pelopor perubahan.
“Kita bombardir pemuda-pemuda di Kutim. Jangan tidur, harus bangkit! Pemuda harus menjadi pelopor di berbagai bidang, baik usaha, lingkungan, maupun inovasi sosial,” tegas Basuki.
Ia menambahkan bahwa Dispora Kutim akan terus mendorong keterlibatan pemuda di setiap kecamatan. Salah satu rencana strategisnya adalah memperluas jangkauan kegiatan serupa ke seluruh 18 kecamatan di Kutim pada tahun 2025.
“Tahun depan, kami akan turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk menjangkau lebih banyak pemuda. Kami ingin masuk ke komunitas-komunitas pemuda di Kutim agar mereka dapat lebih aktif dan terinspirasi,” tambahnya.
Membangun Semangat Kepeloporan
Muhammad Sabir Anas, dalam paparannya, berbagi wawasan tentang bagaimana pemuda dapat memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan di era yang semakin kompleks. Sebagai pendamping TDA, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan dan kepeloporan yang inovatif.
“Kepeloporan dimulai dari keberanian untuk bertindak dan mengambil tanggung jawab. Pemuda harus mampu melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan solusi,” ujar Sabir di hadapan peserta workshop.
Sabir juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi dan jejaring sosial untuk memperkuat peran pemuda dalam masyarakat. Menurutnya, kepeloporan tidak hanya membutuhkan ide besar, tetapi juga aksi nyata yang konsisten.
Antusiasme Peserta
Workshop ini dihadiri oleh puluhan peserta pelajar dan pemuda di Kutim. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi, terutama terkait strategi membangun usaha kecil dan langkah konkret untuk berkontribusi di bidang lingkungan.
“Saya merasa termotivasi setelah mendengar langsung materi dari para pembicara. Pesan mereka benar-benar membuka wawasan tentang bagaimana kami bisa menjadi pelopor di bidang masing-masing,” ujar Rina, salah satu peserta workshop.
Komitmen Dispora untuk Generasi Muda
Workshop kepeloporan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dispora Kutim untuk memberdayakan generasi muda. Basuki Isnawan menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai langkah untuk menciptakan pemuda yang tangguh, kreatif, dan inovatif.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan pemuda Kutim sebagai agen perubahan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemuda-pemuda yang mampu membawa dampak positif bagi daerah,” tutup Basuki.
Dengan semangat yang ditanamkan melalui workshop ini, generasi muda Kutim diharapkan dapat bangkit dan menjadi pelopor di berbagai bidang, membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan masa depan yang lebih baik.




