Sangatta – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menciptakan generasi wirausaha terus diperkuat. Lewat pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Rabu (26/11/2025), puluhan peserta muda dibekali pengetahuan dan keterampilan membangun usaha mandiri yang tangguh dan relevan di era ekonomi digital.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah daerah dalam menumbuhkan ekosistem usaha yang kuat sejak usia dini. Ia menilai antusiasme anak muda Kutim terhadap dunia bisnis sangat tinggi dan perlu ditopang dengan pelatihan yang tepat.
“Kami memberikan pembekalan seperti proses produksi, marketing, hingga penggunaan digital,” ujar Nora. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mencetak pelaku usaha, tetapi membentuk karakter pengusaha muda yang kreatif, kompetitif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Materi pelatihan difokuskan pada tiga pilar utama: dasar produksi, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Disperindag Kutim menanamkan pola pikir bahwa membangun usaha tidak cukup hanya dengan modal, tapi juga dibutuhkan mindset, strategi, dan inovasi.
Alfian (20), salah satu peserta pelatihan, mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru baginya. “Senang sekali bisa ikut pelatihan ini, jadi tahu langkah-langkah memulai usaha dan bagaimana cara menjual produk lewat media digital,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutim, Pandi Widianto, yang hadir memberi motivasi langsung kepada peserta. Ia menyebut pelatihan ini sebagai investasi jangka panjang daerah dalam mencetak pengusaha lokal yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.
“Saya mendorong pemuda di Kutim terus mengasah kemampuan jiwa pengusaha. Jadilah pengusaha yang tangguh,” kata Pandi. Ia juga mendorong agar pelatihan serupa dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar potensi UMKM lokal benar-benar tergarap maksimal.
Nora Ramadani menambahkan bahwa pelatihan ini tidak berhenti di teori semata, melainkan sebagai awal pembentukan komunitas wirausaha baru di Kutim. “Kita ingin anak-anak muda Kutim punya pondasi bisnis yang kuat sejak awal, supaya nanti mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Disperindag menargetkan akan menggelar pelatihan serupa secara berkala di berbagai wilayah dengan pendekatan materi yang menyesuaikan tren dan kebutuhan pasar. Tujuannya adalah menciptakan regenerasi pengusaha lokal yang bisa menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah ekonomi digital yang kompetitif.
Pelatihan ini menjadi bagian dari misi besar Pemkab Kutim dalam peningkatan kapasitas SDM lokal. Pemerintah tak lagi memandang kewirausahaan sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi utama untuk menciptakan transformasi sosial-ekonomi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Kutai Timur serius dalam mempersiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan mendorong pemuda menjadi pelaku usaha, Kutim menanamkan harapan baru dalam pembangunan daerah yang berbasis pada inovasi dan keberanian mengambil risiko. (ADV/AN/Diskominfo).


