Samarinda – “Sungai bukan sekadar aliran air, tetapi jalur ekonomi yang terus bergerak.” Gambaran itu menjadi sorotan dalam pembahasan Komisi II DPRD Kota Samarinda yang menilai Sungai Mahakam masih menyimpan peluang bisnis besar. Potensi tersebut diyakini dapat menjadi salah satu motor peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara maksimal oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi usai rapat dengar pendapat bersama jajaran Perumda Varia Niaga di Kantor DPRD Kota Samarinda, Senin (13/07/2026). Dalam pertemuan itu, Komisi II mengevaluasi perkembangan usaha perusahaan daerah sekaligus membahas peluang pengembangan sektor bisnis yang berbasis pada aktivitas di kawasan perairan Sungai Mahakam. Menurutnya, pengalaman para direksi yang banyak berasal dari lingkungan kepelabuhanan menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha maritim yang lebih kompetitif.
“Kalau saya melihat, petinggi-petinggi Varia Niaga banyak alumnus Pelindo. Mereka tentu memahami potensi bisnis yang ada di sekitar perairan Sungai Mahakam,” ujar Iswandi.
Ia menjelaskan, laporan keuangan yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa unit usaha jasa maritim atau ASIS menjadi kontributor pendapatan terbesar dibandingkan sejumlah sektor bisnis lainnya. Unit usaha seperti pergudangan, pengelolaan parkir, kos syariah, hingga peternakan ayam petelur masih berada di bawah capaian sektor jasa maritim. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi yang bertumpu pada Sungai Mahakam masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila terus dikembangkan dengan strategi yang tepat.
Menurut Iswandi, keberhasilan sektor maritim itu perlu dijadikan dasar dalam menyusun arah pengembangan bisnis Perumda Varia Niaga ke depan. Ia menilai perusahaan daerah tidak hanya perlu mempertahankan kinerja unit usaha yang telah memberikan kontribusi besar, tetapi juga memperluas peluang usaha baru yang masih berkaitan dengan aktivitas logistik, kepelabuhanan, dan layanan pendukung transportasi sungai.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan sektor tersebut memerlukan dukungan yang kuat dari Pemerintah Kota Samarinda beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sinergi antarlembaga dinilai penting agar proses perencanaan, regulasi, hingga pelaksanaan program pengembangan usaha dapat berjalan secara efektif dan mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
Komisi II DPRD Kota Samarinda juga mendorong Perumda Varia Niaga untuk terus melakukan inovasi dalam mengelola peluang bisnis maritim. Penguatan sektor tersebut dinilai tidak hanya akan meningkatkan kinerja perusahaan daerah, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan penerimaan daerah, optimalisasi potensi Sungai Mahakam dipandang dapat membuka peluang investasi, memperkuat aktivitas logistik, dan menciptakan efek berganda terhadap sektor ekonomi lainnya. Dengan posisi Sungai Mahakam sebagai salah satu jalur transportasi utama di Kalimantan Timur, pengembangan bisnis maritim dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
“Peningkatan PAD harus dilakukan melalui penguatan bisnis dan optimalisasi potensi yang dimiliki daerah, bukan dengan membebani masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya meningkatkan PAD sebaiknya ditempuh melalui pengelolaan aset dan potensi ekonomi daerah secara produktif. Dengan memanfaatkan peluang yang tersedia di kawasan Sungai Mahakam, Perumda Varia Niaga diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai badan usaha milik daerah yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. (ADV).


