Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar di tahun 2024. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan adanya lonjakan anggaran di berbagai sektor pendidikan dan kebudayaan sebagai komitmen pemerintah daerah untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Anggaran tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

Menurut Mulyono, tahun 2023 Disdikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk bantuan seragam dan buku sekolah. Namun, jumlah ini dinaikkan menjadi Rp27 miliar di tahun 2024. “Kenaikan anggaran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami untuk menunjang pendidikan yang lebih baik di Kutai Timur. Kami ingin memastikan siswa-siswa di daerah ini memiliki akses terhadap sarana pendidikan yang memadai,” ujar Mulyono usai rapat bersama komisi D di DPRD Kutim, Kamis (7/11/2024).

Selain bantuan seragam dan buku sekolah, anggaran beasiswa yang dikenal dengan Beasiswa Kutim Tuntas juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2023, beasiswa ini dianggarkan Rp5,5 miliar, sementara di tahun 2024 meningkat drastis menjadi Rp21,75 miliar—nyaris empat kali lipat. Lonjakan ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan penerima beasiswa serta meningkatkan jumlah dana yang diterima siswa.

“Jika di tahun 2023 setiap siswa SD menerima Rp750 ribu, pada tahun 2024 jumlah ini dinaikkan menjadi Rp1 juta. Sedangkan untuk siswa SMP, dari Rp1,25 juta menjadi Rp1,5 juta. Kenaikan ini mencerminkan komitmen Pemkab Kutim dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” jelas Mulyono.

Dukungan untuk Operasional Sekolah dan Insentif Guru

Di samping beasiswa, bantuan operasional sekolah (BOS) juga mengalami peningkatan. Tahun lalu, Disdikbud mengalokasikan Rp8,7 miliar untuk BOS, sedangkan di tahun 2024 jumlahnya naik menjadi Rp19 miliar. Dengan penambahan anggaran ini, diharapkan sekolah-sekolah di Kutai Timur, baik negeri maupun swasta, dapat memenuhi kebutuhan operasional harian mereka dengan lebih baik.

Untuk mendukung kesejahteraan tenaga pengajar, anggaran untuk program bantuan seragam bagi guru juga mengalami kenaikan dari Rp2,2 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp3,3 miliar di tahun 2024. Selain itu, insentif bagi guru dan tenaga kependidikan non-PNS mendapatkan kenaikan hingga 50 persen. Kenaikan ini diharapkan bisa menambah motivasi para tenaga pendidik dalam menjalankan tugas mereka.

Pembangunan Sarana Prasarana dan Akses Internet Sekolah

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga berfokus pada pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan yang akan menunjang proses pembelajaran. Mulyono menjelaskan bahwa anggaran untuk pembangunan dan perbaikan sarana prasarana mengalami lonjakan signifikan, yakni dari Rp200 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp432 miliar pada tahun 2024. Anggaran ini akan digunakan untuk memastikan fasilitas di sekolah-sekolah memadai, sehingga siswa bisa belajar dengan lebih nyaman.

Selain itu, Disdikbud Kutim juga berupaya meningkatkan akses internet di setiap sekolah di Kutai Timur. Diharapkan semua sekolah di daerah tersebut akan terjangkau akses internet pada tahun 2024, sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan terkoneksi dengan sumber belajar global.

Program Inovatif dan Penguatan Pemahaman Keagamaan

Tak hanya berfokus pada pendidikan akademik, Disdikbud Kutim juga mengusung program inovatif yang melibatkan kerjasama dengan Ummi Foundation di Surabaya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan siswa. Program ini diterapkan di enam sekolah sebagai sampel, dengan tujuan memberikan pendidikan agama yang komprehensif untuk siswa SD dan SMP.

“Kami memberikan ruang bagi semua agama untuk mengajarkan kitab suci kepada siswa. Dengan ini, kami berharap anak-anak di Kutai Timur dapat memahami nilai-nilai agama dengan baik, yang akan menjadi benteng dalam menghadapi tantangan era digital saat ini,” tutur Mulyono.

Dukungan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal

Disdikbud Kutim juga memperhatikan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari upaya membentuk generasi emas sejak dini. Program untuk pendidikan nonformal pun turut diprioritaskan agar anak-anak di Kutai Timur tidak hanya terfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan keterampilan lain yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa depan.

Apresiasi Pemerintah Provinsi dan Harapan Masyarakat

Program-program pendidikan di Kutai Timur ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun 2023, Disdikbud Kutim berhasil meraih penghargaan sebagai panji terbaik se-Kalimantan Timur dalam sektor pendidikan. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak di Pemkab Kutim untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Mulyono berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, legislatif, maupun swasta, dapat memperkuat upaya Disdikbud dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih baik. “Dengan adanya peningkatan anggaran di tahun 2024, kami optimis dapat mencapai target yang ditetapkan, terutama dalam tujuh program unggulan yang dicanangkan. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari setiap program yang kami laksanakan,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version