Samarinda – Sungai Mahakam menjadi nadi yang membentuk sejarah dan peradaban Kota Samarinda. Karena itu, pembangunan kota dinilai perlu tetap berpijak pada karakter dan kebudayaan daerah agar memiliki identitas yang kuat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan kawasan Teras Samarinda yang berada di tepian Sungai Mahakam telah mencerminkan ciri khas Kota Tepian dan berpotensi menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata.

“Kita punya Sungai Mahakam yang indah dan membangun peradaban Samarinda dari tepian sungai. Maka itu kita juga harus membangun pariwisata Kota Samarinda dari sungai,” katanya saat ditemui di Samarinda, Minggu (21/6/2026) kemaren.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pengembangan Teras Samarinda akan terus berlanjut hingga kawasan Pelabuhan Citra Niaga dan Temindung. Sejumlah fasilitas pendukung seperti hotel dan pusat pertokoan juga telah masuk dalam rencana pengembangan kawasan.

Selain itu, Romadhony mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD Samarinda telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terkait perkembangan proyek terowongan. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa kendala utama saat ini berada pada aspek perizinan.

“Kami Komisi III sempat komunikasi dengan PUPR. Ternyata memang perizinannya belum keluar, tetapi sudah diupayakan oleh pemerintah kota melalui PUPR,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut segera terselesaikan sehingga terowongan dapat mulai dioperasikan dalam satu hingga dua bulan mendatang dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Semoga satu atau dua bulan ini sudah bisa beroperasi dan terowongan bisa dirasakan oleh masyarakat Samarinda,” tuturnya.

Menurut Romadhony, pembangunan yang terintegrasi dengan karakter daerah akan menjadikan Samarinda sebagai kota waterfront yang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. (ADV).

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version