Kutim – Keindahan alam dan aroma kopi berpadu menjadi identitas baru Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur. Kawasan Gua Cullang yang selama ini dikenal dengan pesona gua dan air terjunnya kini berkembang menjadi destinasi agrowisata melalui budidaya kopi Liberika yang dikelola masyarakat setempat. Pengembangan tersebut menjadi langkah pemerintah desa dalam mengintegrasikan sektor pariwisata, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Desa Suka Rahmat terus mengembangkan kawasan Desa Wisata Kopi Gua Cullang melalui pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pengerasan jalan menuju lokasi wisata, pembangunan gazebo, hingga penataan kawasan agar lebih nyaman bagi wisatawan. Keberadaan gua, air terjun, dan hamparan kebun kopi yang berada dalam satu kawasan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyuguhkan panorama alam, tetapi juga memperkenalkan potensi pertanian unggulan desa.

Kepala Desa Suka Rahmat, Hasnawati, mengatakan pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Gua Cullang sebagai destinasi wisata sekaligus sentra produksi kopi lokal.

“Kami terus mendukung pengembangan Gua Cullang, baik sebagai destinasi wisata maupun kawasan budidaya kopi. Harapannya, potensi alam dan hasil pertanian bisa berkembang bersama sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Hasnawati.

Ia menjelaskan, kawasan di sekitar Gua Cullang juga menjadi lokasi pengembangan kebun kopi Liberika seluas sekitar lima hektare yang dikelola kelompok tani desa. Kebun tersebut kini telah memasuki masa produksi dan menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Menurut Hasnawati, hasil panen kopi diolah menjadi kopi bubuk dengan merek Kopi Gua Cullang. Produk tersebut diproses menggunakan metode natural process, yakni teknik pengeringan buah kopi secara utuh yang menghasilkan karakter rasa khas Liberika dengan aroma yang kuat. Saat ini kopi tersebut telah dipasarkan ke sejumlah kafe di Sangatta dan Bontang, serta mulai menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami ingin Gua Cullang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat agrowisata kopi Liberika di Kutai Timur. Pengembangan wisata, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan kelompok tani kami lakukan secara beriringan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan berkembangnya pemasaran Kopi Gua Cullang, kami berharap ekonomi desa terus tumbuh dan membuka peluang usaha baru bagi warga,” kata Hasnawati.

Ia menambahkan, kapasitas produksi Kopi Gua Cullang saat ini telah mencapai sekitar satu ton per bulan. Produksi tersebut mampu memenuhi permintaan sejumlah kafe di wilayah Sangatta dan Bontang, sekaligus menjadi bukti bahwa kopi Liberika dari Desa Suka Rahmat memiliki daya saing di pasar lokal. Pemerintah desa pun terus mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Hasnawati mengatakan, pemerintah desa juga akan memperkuat kapasitas kelompok tani melalui pendampingan budidaya, peningkatan kualitas pengolahan pascapanen, pengemasan produk, hingga perluasan jaringan pemasaran. Menurutnya, sinergi antara potensi wisata alam dan perkebunan kopi menjadi kekuatan utama Desa Suka Rahmat dalam membangun desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan Gua Cullang juga diarahkan sebagai pusat edukasi kopi. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati keindahan gua dan air terjun, tetapi juga dapat menyaksikan proses budidaya, pemanenan, pengolahan, hingga mencicipi Kopi Liberika yang diproduksi langsung oleh kelompok tani setempat. Konsep agrowisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

Ke depan, Pemerintah Desa Suka Rahmat optimistis pengembangan wisata alam dan perkebunan kopi dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, promosi yang lebih luas, serta keterlibatan aktif kelompok tani dan masyarakat, Gua Cullang diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kutai Timur yang mampu menggabungkan keindahan alam, pemberdayaan masyarakat, dan produk kopi khas daerah dalam satu kawasan terpadu.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version