Sangatta – Dalam upaya memperkuat keamanan pangan dan kualitas layanan usaha kuliner, Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) menyelenggarakan pelatihan higiene dan sanitasi makanan bagi 83 pelaku usaha dari berbagai wilayah, Rabu (13/11/2024) di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendorong para pengusaha makanan memenuhi standar kesehatan sekaligus syarat memperoleh izin higiene dari pemerintah.
Acara dibuka oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Siti Fatimah, yang menekankan bahwa tanggung jawab pelaku usaha makanan tak hanya berhenti pada cita rasa, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan konsumen.
“Penting bagi setiap pelaku usaha jasa boga, industri makanan, kantin, dan warung untuk menjamin bahwa produk mereka aman dikonsumsi masyarakat. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Pelatihan ini menyoroti pentingnya pengelolaan makanan yang higienis guna mencegah kontaminasi mikroorganisme berbahaya yang bisa memicu gangguan kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup teknik penanganan bahan pangan, sanitasi tempat pengolahan makanan (TPM), hingga praktik menjaga kebersihan peralatan dan perlengkapan dapur.
Dalam sesi praktik langsung, peserta diajarkan bagaimana memastikan lingkungan kerja tetap steril, termasuk menjaga kebersihan tangan dan area kerja. “Kebersihan adalah kunci utama. Ini dimulai dari diri kita sendiri sebagai pengelola makanan,” tutur salah satu instruktur saat memberikan pelatihan teknis.
Tujuan utama dari kegiatan ini tak hanya sebatas memenuhi regulasi, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa kebersihan dalam usaha makanan dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Para peserta pun terlihat antusias, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman mengenai tantangan menjaga standar kebersihan di tempat usaha mereka.
“Izin higiene ini nantinya akan menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa produk pangan yang disediakan di Kutim telah melalui proses pengelolaan yang aman,” jelas Siti Fatimah. Izin tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan mutu dan standar pelayanan.
Selain mendapatkan wawasan baru, peserta pelatihan merasa kegiatan ini sangat membantu dalam membangun kredibilitas usaha mereka. Salah satu peserta menyampaikan harapannya agar pelatihan semacam ini bisa terus dilaksanakan secara berkala. “Dengan menjalankan standar yang telah kami pelajari, kami optimis usaha bisa lebih maju dan dipercaya konsumen,” ucapnya.
Dinkes Kutim berharap pelaku usaha dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan usaha makanan yang bersih dan aman. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendampingi sektor ini agar semakin berkembang, sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bahaya kontaminasi makanan.




