Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, mengungkapkan perlunya perhatian lebih terhadap pengelolaan dana pensiun demi memastikan kesejahteraan mantan pekerja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam reses yang digelar di Aula Masjid An-Nur, kawasan G-Hause, Swarga Bara, pada Minggu (17/11/2024).

Menurut pria kelahiran Sangatta, 25 Juli 1991 ini, meskipun jaminan dana pensiun terlihat besar, pengelolaannya sering kali tidak mencukupi kebutuhan para pensiunan, terutama bagi mereka yang masih harus membiayai pendidikan anak-anak atau kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Kalau kita lihat memang jaminan pensiunan itu besar, tapi kalau secara pengelolaan itu belum tentu cukup juga. Banyak pensiunan yang harus membiayai anaknya yang masih kuliah atau memenuhi kebutuhan lainnya,” ujar politisi yang juga merupakan Anggota Komisi C DPRD Kutim ini.

Dana Pensiun: Hasil Kerja Keras yang Harus Dioptimalkan

Pandi menekankan bahwa dana pensiun merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras para mantan pekerja selama masa aktif mereka. Namun, ia juga menyoroti pentingnya kemampuan para pensiunan untuk terus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah berhenti bekerja.

“Dana pensiun itu adalah reward dari hasil kerja mereka. Tapi yang harus mereka pikirkan adalah bagaimana hidup terus berlanjut, apalagi kalau tidak ada pemasukan tambahan selain dari jaminan pensiun itu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap pensiunan harus meliputi perlakuan yang setara dengan masyarakat lainnya, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, peluang usaha, atau bentuk dukungan lainnya.

“Mereka juga punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dengan masyarakat lainnya. Jangan sampai setelah pensiun, mereka merasa diabaikan,” tegas pria yang kini berusia 32 tahun ini.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Pensiunan

Sebagai anggota DPRD, Pandi mengajak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi para pensiunan. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka tetap dapat menjalani kehidupan yang layak meski tanpa penghasilan rutin.

“Pemerintah harus memikirkan ini juga. Jangan lupa, para pensiunan masih memiliki tanggung jawab besar, seperti menghidupi anak dan istri mereka secara berkelanjutan,” tambah suami dari Ananda Frisly Annisa tersebut.

Selain itu, Pandi menyoroti potensi stres pasca-pensiun sebagai masalah yang tidak boleh diabaikan. Ketergantungan penuh pada dana pensiun tanpa adanya pemasukan lain dapat menyebabkan tekanan psikologis yang serius bagi para pensiunan.

“Stres pasca-pensiun itu bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani. Jangan sampai mereka mengalami tekanan karena tidak adanya pemasukan tambahan selain dana pensiun yang sering kali terbatas,” ungkapnya.

Langkah Konkret yang Perlu Dilakukan

Untuk menghadapi masalah ini, Pandi menyarankan agar pemerintah memberikan pelatihan keterampilan kepada para pensiunan yang memungkinkan mereka untuk tetap produktif setelah pensiun. Program seperti pelatihan usaha kecil atau bimbingan keuangan dapat membantu para pensiunan mengelola dana mereka dengan lebih baik.

“Pelatihan keterampilan bagi pensiunan sangat penting. Dengan begitu, mereka bisa tetap produktif dan memiliki pemasukan tambahan yang dapat menunjang kebutuhan hidup mereka,” ujar Pandi.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terkait pengelolaan dana pensiun, sehingga setiap pensiunan dapat memastikan manfaat yang mereka terima sesuai dengan kebutuhan.

“Kita perlu memastikan dana pensiun dikelola dengan baik, agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi para penerimanya,” tambahnya.

Kesejahteraan Pensiunan, Kunci Pembangunan Daerah

Menurut Pandi, kesejahteraan pensiunan tidak hanya berdampak pada kehidupan mereka sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas. Dengan kondisi pensiunan yang sejahtera, beban sosial di masyarakat dapat diminimalisir, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk pembangunan daerah.

“Ketika para pensiunan hidup sejahtera, maka mereka tidak lagi menjadi beban sosial. Sebaliknya, mereka dapat terus berkontribusi bagi masyarakat, baik melalui usaha kecil atau aktivitas lainnya,” jelasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Sebagai penutup, Pandi berharap agar seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat bekerja sama dalam menciptakan sistem pengelolaan dana pensiun yang lebih baik. Dengan demikian, para pensiunan di Kutai Timur dapat menikmati masa tua yang sejahtera dan bermartabat.

“Semoga kita semua dapat memberikan perhatian lebih kepada para pensiunan. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat kita, dan kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kehidupan yang layak setelah pensiun,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version