Samarinda – “Kota yang terang adalah wajah pelayanan yang hadir bagi masyarakat.” Ungkapan itu menjadi gambaran keresahan warga di sejumlah kawasan Samarinda Utara yang masih menghadapi persoalan penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi optimal. Lampu yang padam maupun redup dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga pada malam hari.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, menyampaikan persoalan tersebut saat rapat dengar pendapat bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (11/6/2026) yang lalu. Ia menjelaskan, keluhan masyarakat banyak datang dari wilayah Sempaja hingga Bayur yang sebelumnya telah dipasangi lampu penerangan jalan, namun kini sebagian tidak lagi berfungsi secara maksimal. Selain itu, kawasan Bayur dan Brambai juga telah memperoleh bantuan PJU tenaga surya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meski kondisi pencahayaan sudah lebih baik, perawatan dan penggantian lampu yang rusak dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“LPJU kemarin memang sudah di daerah Sempaja sampai Bayur, sudah dipasang semua. Tapi kondisi saat ini kendalanya banyak lampu yang tidak berfungsi dengan maksimal. Ada yang mati, ada yang redup. Itu yang kami minta dari Kepala Dinas Perhubungan supaya segera ditindaklanjuti,” kata Maswedi.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan penerangan jalan tidak hanya menunjang aktivitas pada siang hari, tetapi juga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang beraktivitas hingga malam. Mahasiswa, pekerja, serta pengguna jalan lainnya dinilai membutuhkan jaminan keselamatan melalui fasilitas penerangan yang memadai.

“Teman-teman kita, adik-adik mahasiswa banyak yang pulang malam. Aktivitas masyarakat di daerah sana bukan hanya siang hari, malam hari pun ada. Karena itu persoalan ini harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD Kota Samarinda juga meminta Dinas Perhubungan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap kawasan yang masih minim penerangan jalan. Menurut Maswedi, pemerataan fasilitas PJU menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama di ruas jalan yang dilintasi kendaraan besar.

“Kami berharap Dishub menginventarisasi daerah-daerah mana saja yang kurang memadai penerangan jalannya. Banyak kendaraan besar melintas pada malam hari. Jangan sampai kendaraan kecil atau sepeda motor tidak terlihat karena minimnya penerangan dan memicu insiden,” katanya.

Maswedi mengingatkan bahwa masyarakat Kota Samarinda telah beberapa kali mengalami kejadian kecelakaan yang diduga dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas penerangan jalan. Oleh sebab itu, ia berharap perbaikan dan penggantian lampu yang rusak dapat segera direalisasikan agar manfaat pembayaran pajak yang dilakukan masyarakat dapat dirasakan secara langsung.

“Harapan kami Samarinda bisa semakin terang. Lampu-lampu yang sudah tidak berfungsi dengan baik segera diganti, sehingga masyarakat merasa terlayani dan dampak dari pajak yang mereka keluarkan juga bisa mereka rasakan,” tuturnya.

Komisi III DPRD Kota Samarinda berharap langkah percepatan perawatan dan perbaikan PJU dapat segera dilakukan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mendukung aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari.(ADV).

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version