Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Dr. Novel TP, mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan kasus gondongan di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara usai sidang paripurna ke-XVIII di Ruang Sidang Utama DPRD Kutai Timur, Senin (11/11/2024).
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kutai Timur, kasus gondongan mulai meningkat tajam sejak pertengahan tahun ini, dengan lonjakan terbesar terjadi pada bulan September. Angka kasus menunjukkan kenaikan bertahap: 26 kasus tercatat pada bulan Juli, 81 kasus pada Agustus, lalu melonjak drastis menjadi 233 kasus di bulan September, sebelum sedikit menurun ke 147 kasus pada Oktober.
Gondongan: Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri, namun Berpotensi Menyebabkan Komplikasi
Dr. Novel, yang juga seorang praktisi kesehatan, memberikan panduan bagi masyarakat agar tetap tenang menghadapi situasi ini. Ia menjelaskan bahwa gondongan pada umumnya adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, karena tingkat penyebarannya yang mudah melalui percikan air liur, penyakit ini dapat dengan cepat menular jika tidak ada upaya pencegahan.
“Gondongan adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi tetap penting untuk menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan agar penyebarannya bisa diminimalisir,” ungkap Dr. Novel.
Gondongan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus, yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar penghasil air liur yang terletak di dekat pipi dan rahang. Gejalanya mencakup pembengkakan di sekitar area tersebut, yang sering kali disertai rasa nyeri dan demam. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan remaja, namun orang dewasa juga tetap berisiko terinfeksi jika belum memiliki kekebalan.
Dr. Novel menambahkan bahwa gondongan meskipun bisa sembuh sendiri, bisa menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi otak (ensefalitis) dan kehilangan pendengaran jika tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memerhatikan kebersihan diri serta lingkungan.
Langkah-Langkah Pencegahan dan Penanganan Sederhana
Dr. Novel juga membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk meredakan gejala gondongan, di antaranya:
- Mengompres Area yang Bengkak: Kompres hangat atau dingin pada area pipi dan rahang yang bengkak bisa membantu meredakan nyeri.
- Minum Air Putih yang Cukup: Asupan cairan yang cukup membantu tubuh melawan infeksi dan mencegah dehidrasi.
- Mengonsumsi Makanan Lunak: Makanan yang lembut akan lebih mudah dikunyah dan mencegah iritasi pada kelenjar yang sedang bengkak.
- Menghindari Makanan Asam: Makanan asam dapat memicu produksi air liur berlebih, yang bisa menyebabkan nyeri pada kelenjar parotis.
“Biasanya gondongan akan sembuh dalam 1-2 minggu. Namun, jika gejalanya semakin parah atau tidak kunjung mereda, sebaiknya segera menghubungi tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbau Dr. Novel.
Perlunya Sosialisasi dan Tindakan Preventif dari Pemerintah
Dr. Novel menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai gondongan dan langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Dalam situasi seperti ini, edukasi tentang cara penyebaran gondongan dan pencegahannya bisa membantu masyarakat mengurangi risiko penularan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, terutama di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya, yang merupakan area dengan interaksi tinggi dan rentan terhadap penyebaran virus. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan perlu diperkuat untuk mengatasi peningkatan kasus secara efektif.
“Penting untuk melakukan sosialisasi yang luas agar masyarakat lebih paham bagaimana cara mencegah dan menangani gondongan. Selain itu, peningkatan kerjasama dengan fasilitas kesehatan bisa membantu menangani lonjakan kasus dengan cepat,” tambah Dr. Novel.
Kesiapan Tenaga Medis dan Fasilitas Kesehatan
Dalam menghadapi lonjakan kasus gondongan ini, Dr. Novel berharap bahwa fasilitas kesehatan di Kutai Timur sudah cukup siap. Tenaga medis diharapkan bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat serta terus memantau kasus-kasus yang masuk agar potensi komplikasi dapat diminimalkan.
Dinas Kesehatan diharapkan juga mampu meningkatkan distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk mengobati gejala gondongan, sehingga setiap pasien bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dengan baik.
Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan
Pernyataan Dr. Novel menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan penyakit seperti gondongan. Langkah-langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga kebersihan dan tidak melakukan kontak dengan orang yang sedang sakit, adalah cara-cara efektif untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi virus.
Dengan peningkatan jumlah kasus gondongan di Kutai Timur, pemerintah dan masyarakat diharapkan bisa bekerja sama untuk mengatasi penyebaran penyakit ini, sehingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga. Kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi menjadi kunci dalam menghadapi wabah seperti ini.




