Kutai Timur – “Digitalisasi ini investasi besar. Dan Kutim harus menjadi daerah yang tidak tertinggal, apalagi menghadapi bonus demografi,” ujar Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur. Ungkapan ini menjadi penekanan bahwa program digitalisasi sekolah bukan proyek sesaat, melainkan langkah strategis menuju masa depan pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.
Disdikbud Kutim tengah mendorong akselerasi transformasi pendidikan berbasis teknologi dengan lima target besar: guru melek teknologi, pembelajaran interaktif, sekolah terkoneksi internet stabil, siswa berdaya saing global, dan transformasi berkelanjutan hingga 2035. Program ini diluncurkan seiring komitmen pemerintah daerah menjadikan sektor pendidikan sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia.
“Kami ingin pembelajaran interaktif menjadi budaya baru di setiap ruang kelas,” ujar Irma di Kantor Bupati Kutim, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, pelatihan guru dalam literasi digital terus diperluas, termasuk dukungan perangkat teknologi di sekolah-sekolah. Hal ini bertujuan agar metode mengajar lebih relevan dengan kebutuhan zaman dan memicu kreativitas siswa.
Ia menambahkan bahwa konektivitas internet menjadi syarat mutlak keberhasilan program ini. Saat ini, Disdikbud bersama dinas terkait tengah mengidentifikasi titik-titik blank spot di wilayah pedalaman untuk segera ditangani. Koneksi internet yang stabil akan membuka akses luas ke sumber belajar global dan mempercepat integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
Lebih jauh, Irma menyebut digitalisasi ini harus membuahkan hasil nyata berupa siswa Kutim yang siap menghadapi persaingan global. Mulai dari kemampuan komunikasi digital, kolaborasi internasional, hingga pemanfaatan platform edukasi berbasis AI dan cloud. “Kami sedang menyiapkan generasi emas, dan fondasinya harus dibangun sejak sekarang,” katanya.
Program ini juga dirancang inklusif, menyasar sekolah di seluruh pelosok Kutim. Dengan sinergi antar-instansi dan dukungan teknologi, pemerintah berharap tak ada satu pun anak daerah yang tertinggal dari arus kemajuan pendidikan.
Transformasi digital pendidikan ini bukan hanya menjawab kebutuhan zaman, tapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing daerah. Jika seluruh elemen bergerak bersama, Kutim berpotensi menjadi contoh sukses digitalisasi pendidikan di kawasan timur Indonesia. (ADV/AN/Etara.id)


