Sangatta – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengungkapkan rencananya untuk mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemuda. Rencana ini disampaikan Basuki saat membuka kegiatan Seminar Transformasi Mahasiswa sebagai Agent of Change pada Senin (25/11/2024) di Hotel Royal Victoria, Kutai Timur.
“Saya sedang mempersiapkan Musrenbang Pemuda. Kita tahu ada Musrenbang Kabupaten, maka saya juga ingin mendengar apa yang diinginkan anak muda,” ujar Basuki dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para mahasiswa yang hadir.
Platform Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Daerah
Basuki menegaskan, hasil dari Musrenbang Pemuda nantinya akan diintegrasikan ke dalam Musrenbang Daerah Kabupaten Kutai Timur. Hal ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan pemuda dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dia mendorong mahasiswa dari berbagai organisasi di Kutai Timur yang hadir untuk tidak ragu menyampaikan gagasan dan ide-ide mereka kepada pemerintah.
“Saya ini bagian dari pemerintah. Jangan khawatir, karena bagaimanapun juga saya lahir dari rahim yang sama seperti kalian semua. Abang akan selalu ada bersama kalian,” katanya dengan penuh semangat.
Basuki berharap Musrenbang Pemuda dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, suara pemuda sangat penting untuk menghadirkan ide-ide segar yang dapat membawa perubahan positif di Kutai Timur.
Pemuda sebagai Penggerak Perubahan
Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga menekankan peran strategis pemuda dan mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Dia mengajak seluruh peserta untuk aktif mengerahkan tenaga dan pikiran demi membangun Kutai Timur yang lebih maju.
“Bagaimana caranya membuat anak-anak kita hebat? Indonesia Emas 2045 ini tidak akan tercapai tanpa dukungan anak-anak yang hebat. Kalau tidak, saya khawatir kita akan menghadapi Indonesia Cemas,” tegas Basuki, menyoroti pentingnya generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi untuk masa depan bangsa.
Dia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, partisipasi pemuda dalam perencanaan pembangunan menjadi krusial.
Semangat Bertransformasi dalam Seminar Inspiratif
Kegiatan Seminar Transformasi Mahasiswa sebagai Agent of Change ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Randi Muhammad Gumilang, seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), dan Agung Ardaus, seorang aktivis filsafat.
Dalam sesi yang berlangsung penuh semangat, Randi Muhammad Gumilang menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk memiliki visi yang jelas dalam berkontribusi bagi masyarakat. “Transformasi dimulai dari kesadaran diri. Mahasiswa harus sadar bahwa mereka adalah aset perubahan yang mampu membentuk arah pembangunan bangsa,” ujar Randi.
Sementara itu, Agung Ardaus menekankan pentingnya berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan pemikiran filsafat dengan solusi praktis untuk menjawab permasalahan di masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Jadilah pelaku utama yang mampu menghadirkan gagasan progresif untuk perbaikan sosial,” kata Agung dengan nada tegas yang membakar semangat peserta seminar.
Antusiasme Peserta Mahasiswa
Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kutai Timur. Mereka terlihat antusias mengikuti acara yang dipenuhi dengan diskusi interaktif dan inspirasi dari para pembicara.
Andi, salah satu mahasiswa peserta seminar, mengaku terinspirasi oleh pemaparan yang disampaikan. “Kegiatan seperti ini membuka wawasan kami tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah. Saya berharap rencana Musrenbang Pemuda bisa segera direalisasikan,” ujar Andi.
Selain menjadi ajang diskusi, acara ini juga menjadi momentum penting untuk membangun jejaring dan mempererat solidaritas di kalangan mahasiswa Kutai Timur.
Mendorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah
Melalui gagasan Musrenbang Pemuda, Basuki Isnawan berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pemuda dan pemerintah. Dia menekankan bahwa pemerintah terbuka untuk mendengar dan mendukung inisiatif pemuda yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemuda adalah mitra strategis yang mampu menghadirkan inovasi untuk mewujudkan Kutai Timur yang maju dan berdaya saing,” tutup Basuki.
Rencana Musrenbang Pemuda ini menjadi angin segar bagi generasi muda di Kutai Timur untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembangunan. Dengan langkah ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan pemuda sebagai penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik.




