Kutim – Keluarga disebut sebagai fondasi paling awal dalam membangun bangsa. Dari rumah, nilai pendidikan, kesehatan hingga karakter generasi masa depan dibentuk. Semangat itulah yang mengemuka pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (20/5/2026).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kutim Siti Robiah menegaskan bahwa peringatan HKG PKK bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen seluruh jajaran PKK mulai tingkat pusat hingga desa dan kelurahan dalam menjalankan 10 program pokok PKK. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pemerintah, khususnya pembangunan berbasis keluarga.

Pada HKG PKK ke-54 tahun ini, tema yang diangkat yakni “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan pentingnya memperkuat jati diri PKK sebagai gerakan pemberdayaan keluarga sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial masyarakat.

“Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang kita laksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum gerakan bersama seluruh jajaran tim penggerak PKK untuk meneguhkan komitmen melaksanakan 10 program pokok PKK,” ujar Siti Robiah dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas bangsa. Di lingkungan keluarga, nilai-nilai moral, pendidikan pertama, pola hidup sehat, hingga ketahanan pangan mulai ditanamkan. Karena itu, penguatan program PKK dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

Menurut Siti Robiah, peringatan HKG tahun ini juga menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas berbagai capaian maupun tantangan yang dihadapi gerakan PKK selama ini. Dengan refleksi tersebut, arah gerakan ke depan diharapkan semakin fokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Seluruh aktivitas dan program yang kita jalankan harus kembali pada esensi gerakan PKK, yaitu memberdayakan masyarakat,” tegasnya.

Siti Robiah turut menyoroti besarnya jaringan PKK di Indonesia yang saat ini didukung jutaan kader hingga tingkat dasawisma, RT, dan RW. Kekuatan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjangkau kebutuhan masyarakat hingga level keluarga. Namun, ia mengingatkan kualitas sumber daya manusia kader PKK harus terus diperkuat, baik dari sisi keterampilan, kepemimpinan, maupun kapasitas pengetahuan agar mampu menjawab tantangan zaman.

Selain itu, pelaksanaan 10 program pokok PKK diharapkan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan. Program tidak hanya dilaksanakan secara terpisah, tetapi harus saling menguatkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia.

Peringatan HKG PKK ke-54 di Kutai Timur menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi juga dari keluarga yang kuat, mandiri, dan berdaya. Dari rumah tangga yang sehat dan harmonis, cita-cita Indonesia Emas 2045 diyakini dapat diwujudkan.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version