Samarinda – Asa pendidikan tanpa beban kini mewujud nyata di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan program Gratispol pada Senin (21/4/2025), sebuah langkah strategis dalam mengakselerasi kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang digratiskan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut peluncuran Gratispol sebagai sinyal kuat kesiapan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat.
“Walaupun sempat ada kebingungan saat masa transisi mendefinisikan program ini, kini semuanya sudah jelas. Tapi kita juga harus memahami bahwa ini adalah bagian dari belanja daerah yang perlu dikawal,” kata Firnadi saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (22/4/2025).
Firnadi menekankan pentingnya pengawasan dan komunikasi yang intensif antara pemerintah dan masyarakat agar program ini benar-benar menyentuh sasaran. Ia menilai bahwa implementasi Gratispol menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan daerah untuk memastikan transparansi anggaran serta pemerataan manfaat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Peluncuran Gratispol ini menandai era baru kebijakan pro-rakyat di provinsi yang menjadi jantung pembangunan nasional tersebut. Program ini mencakup akses pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, layanan kesehatan tanpa biaya, serta bantuan perlengkapan sekolah dan ibadah, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Firnadi juga mengapresiasi keberanian pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran besar untuk investasi jangka panjang di sektor sumber daya manusia. Menurutnya, kualitas pendidikan dan kesehatan adalah pondasi penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan dukungan legislatif dan eksekutif yang selaras, program Gratispol diharapkan mampu mengubah wajah Kalimantan Timur menjadi provinsi yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.


