Sangatta – Suasana Townhall Sangatta Baru berubah menjadi panggung kebudayaan megah saat Festival Seni dan Budaya Kutai Timur 2024 resmi dibuka pada Rabu (20/11/2024). Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, festival ini akan berlangsung selama tiga hari, menampilkan ragam seni tradisional, budaya nusantara, serta geliat ekonomi kreatif lokal.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyebut festival ini sebagai manifestasi komitmen Pemkab dalam menjaga warisan budaya dan menguatkan identitas masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah pelestarian budaya, penguatan identitas, pemberdayaan komunitas, serta pengembangan seni dan ekonomi,” ujarnya.
Festival ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan pelaku UMKM. Tercatat lebih dari 60 UMKM lokal ambil bagian, bersama 15 komunitas seni, dan menghadirkan 4 jenis perlombaan budaya.
Panggung utama festival menampilkan kombinasi antara penampilan seni lokal, band daerah, dan artis nasional. Lokasi juga dilengkapi zona khusus seperti area UMKM, panggung VIP, pasar malam, photobooth, hingga Museum Karst Kutai Timur yang menjadi daya tarik edukatif.
Rangkaian kegiatan diwarnai pawai budaya, pertunjukan Tari Kolosal, lomba tari pesisir dan pedalaman, hingga penampilan grup Qasidah dan band lokal. Sejumlah komunitas seni seperti Sanggar Tari Nusantaraku dan Marching Band Wadipta Prima ikut meramaikan panggung budaya ini.
Tidak ketinggalan, deretan artis nasional seperti ST 12, Budi Doremi, Sandrina, dan Club Dangdut Racun turut memikat ribuan pengunjung yang diperkirakan mencapai 7.500 orang selama tiga hari.
Padliyansyah menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pelestarian budaya melalui festival semacam ini.
“Kami ingin menjadikan festival ini sebagai medium untuk memperkenalkan keindahan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM,” tuturnya.
Para pelaku usaha lokal menyambut festival ini dengan antusias. Produk-produk khas mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga suvenir dipasarkan dan mendapat respon positif dari pengunjung.
Festival ini bukan hanya pesta seni, tapi juga wujud nyata kolaborasi lintas sektor demi kemajuan daerah. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan solidaritas sosial dan kebanggaan budaya warga Kutai Timur.




