Sangatta – Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok dan tekanan inflasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) mengambil langkah strategis: memperluas program “pasar murah” agar masyarakat semakin terbantu. Dengan sinergi lintas sektor dan pemantauan harga berbasis data harian, pemerintah daerah menargetkan stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok tetap terjaga sampai akhir 2025.
Menurut Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, pasar murah bukan semata intervensi harga — melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa distribusi murah tidak hanya dilaksanakan di pusat kota, tetapi juga menjangkau kecamatan hingga wilayah pedalaman.
Program ini sudah pernah dilaksanakan menjelang momen besar keagamaan. Pada gelaran terakhir, sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, daging kerbau beku, serta LPG 3 kg dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.
Disperindag menekankan bahwa pasar murah adalah bagian dari upaya menjaga daya beli warga, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dengan dukungan anggaran daerah, mereka berusaha menjamin distribusi merata dan tersedia stok memadai, agar inflasi lokal dapat ditekan.
Tak hanya itu, pemerintah juga memonitor harga harian dan melakukan pemetaan kebutuhan setiap kecamatan. Pendekatan berbasis data ini membantu Disperindag mengantisipasi lonjakan harga — terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar — serta menyesuaikan intervensi agar tepat sasaran.
Dengan kebijakan ini, Disperindag berharap warga Kutai Timur merasakan manfaat langsung: kebutuhan pokok lebih terjangkau, beban biaya rumah tangga tereduksi, dan ketenangan menjelang hari besar tetap terjaga. “Kita ingin masyarakat terbantu. Pasar murah ini bukan hanya intervensi harga, tapi kepedulian pemerintah pada kebutuhan dasar masyarakat,” kata Nora Ramadani Kepala Disperindag Kutim saat diwawancarai di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, Rabu (26/11/2025) kemaren.
Penyaluran program secara merata ke pedalaman dan kecamatan di luar kota membuat inisiatif ini menjadi upaya nyata menyejahterakan masyarakat luas, tidak hanya kelompok tertentu. Dengan demikian, pasar murah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menunjukan keberpihakan pemerintah kepada rakyat. (ADV/AN/Diskominfo)


