Sangatta – Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata Hadi Sujito, menegaskan komitmen lembaganya untuk fokus pada 26 Program Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebagai program prioritas pada tahun 2025. Hal ini disampaikan Ernata saat diwawancarai di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (2/11/2024).

“Kami sudah menganggarkan seluruh program untuk tahun 2025 dan akan tetap konsisten menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami. Fokus utama kami adalah memastikan implementasi dari 26 program PMKS berjalan dengan baik,” ujar Ernata.

Program Prioritas untuk Menjawab Tantangan Sosial

PMKS menjadi perhatian utama Dinas Sosial Kutai Timur karena mencakup kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan dan perlindungan. Program ini dirancang untuk memberikan bantuan langsung, pelatihan, dan pendampingan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, termasuk anak terlantar, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana.

Menurut Ernata, 26 program tersebut telah disusun dengan mengacu pada kebutuhan riil masyarakat di Kutai Timur. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait.

“Kami ingin setiap program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sehingga dampaknya bisa dirasakan secara langsung,” tambahnya.

Strategi Implementasi di Tahun 2025

Dinas Sosial Kutai Timur telah mempersiapkan anggaran dan rencana kerja untuk mendukung pelaksanaan program-program PMKS di tahun mendatang. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa program dapat menjangkau seluruh wilayah di Kutai Timur, termasuk daerah-daerah terpencil.

“Perencanaan anggaran 2025 telah disusun dengan matang. Kami ingin program ini dapat menjangkau seluruh kecamatan, terutama wilayah yang selama ini sulit diakses,” kata Ernata.

Selain itu, Dinas Sosial juga akan bekerja sama dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di tingkat kecamatan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif. Dukungan dari UPT dianggap sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam melayani masyarakat.

Tantangan dan Harapan

Meski optimis, Ernata juga mengakui adanya tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan program PMKS. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur di beberapa wilayah.

“Kami menyadari bahwa tantangan tidak sedikit. Namun, dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, kami yakin program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ernata berharap masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program PMKS. Ia juga meminta masyarakat untuk aktif memberikan masukan dan laporan terkait permasalahan sosial di wilayah mereka.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program ini. Peran masyarakat sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat terkait kondisi di lapangan,” tutup Ernata.

Komitmen untuk Kesejahteraan Sosial

Melalui fokus pada 26 program PMKS, Dinas Sosial Kutai Timur berupaya memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan inklusif di Kutai Timur.

Dengan langkah strategis dan dukungan yang kuat, Dinas Sosial optimis program PMKS tahun 2025 dapat menjadi katalisator perubahan positif bagi masyarakat Kutai Timur.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version