Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap mencetak sejarah baru dalam pengembangan industri kreatif dengan merancang pembangunan Creative Hub—sebuah pusat kegiatan ekonomi kreatif yang menyatukan berbagai subsektor dalam satu ruang terpadu.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyebutkan bahwa Creative Hub akan menjadi “rumah besar” bagi pelaku kreatif di Kutim yang selama ini tersebar dan bekerja secara terpisah dengan fasilitas minim.

“Kita tidak ingin pelaku kreatif Kutim bekerja sendiri-sendiri. Creative Hub akan menyatukan mereka dalam satu tempat yang lengkap, fungsional, dan profesional,” kata Nurullah.

Konsep pembangunan Creative Hub mencakup fasilitas seperti studio musik dan film, ruang pamer kriya, kelas pelatihan, co-working space, dapur kreatif untuk kuliner, hingga panggung mini untuk seni pertunjukan. Pemerintah menargetkan tempat ini menjadi pusat kegiatan, pelatihan, hingga produksi kreatif masyarakat.

Tak hanya soal fasilitas, Creative Hub juga akan difungsikan sebagai pusat inkubasi industri kreatif. Di sini, pelaku ekraf akan mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses pengembangan produk dan pemasaran lebih luas.

“Ini bukan sekadar bangunan, tapi investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya kreatif lokal,” tegas Nurullah.

Rencana ini kini sedang difinalisasi bersama Bappeda Kutim, sebelum diajukan ke kepala daerah untuk persetujuan anggaran dan lokasi.

Dengan hadirnya Creative Hub, pemerintah berharap Kutim mampu menyaingi daerah lain dalam mencetak pelaku industri kreatif mandiri, dan menjadikan ekonomi berbasis inovasi sebagai penggerak pertumbuhan baru di daerah.

“Kita ingin generasi muda Kutim bangga berkarya di daerah sendiri,” tutup Nurullah. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version