Sangatta — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatatkan kemajuan pembangunan yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Akbar Tanjung, mengungkapkan bahwa berbagai indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif, termasuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Indikator makro pembangunan kita tahun 2006-2023 menunjukkan peningkatan signifikan. Di tahun 2006, angka pembangunan berada di 69 persen, sekarang mencapai 75 persen pada 2023,” ujar Akbar dalam diskusi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di Ruang Kerjanya,
Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran
Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu keberhasilan utama yang dicapai selama periode tersebut. Menurut Akbar, tingkat kemiskinan Kutai Timur yang pada 2006 mencapai hampir 18 persen kini berhasil ditekan menjadi hanya 9 persen pada 2023.
“Angka kemiskinan berhasil kita tekan, dari 18 persen menjadi 9 persen. Begitu juga dengan pengangguran, dari hampir 9 persen kini tinggal 5 persen lebih,” jelas Akbar.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program pembangunan yang terarah, termasuk peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sektor ekonomi berbasis lokal.
Visi Pembangunan yang Berkelanjutan
Akbar menegaskan pentingnya melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada inklusivitas dan keberlanjutan. Visi tersebut menjadi pijakan utama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara lebih merata di masa mendatang.
“Visi kita ke depan adalah memastikan pembangunan terus mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan inklusivitas dan keberlanjutan sebagai pijakan utama,” ujar Akbar.
Ia mengingatkan bahwa capaian ini harus menjadi landasan bagi perencanaan pembangunan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Semua pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, diajak untuk bersinergi demi mencapai target-target yang lebih tinggi.
Momentum untuk Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, Akbar mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan berbagai elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam mencapai kemajuan ini.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan pembangunan yang lebih baik lagi. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan Kutai Timur yang lebih maju,” katanya.
Diskusi RPJPD tersebut juga menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan serta menyusun strategi baru yang lebih efektif. Akbar berharap, program pembangunan di masa mendatang tidak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Peran Kolaborasi dan Inovasi
Menurut Akbar, inovasi dalam pembangunan harus terus didorong, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pemerintah diharapkan mampu menciptakan solusi yang lebih efisien dan tepat sasaran.
“Kolaborasi dan inovasi harus menjadi bagian dari setiap program pembangunan. Kita perlu memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan di era modern ini,” pungkasnya.
Capaian signifikan Kutai Timur dalam dua dekade terakhir menjadi bukti nyata bahwa komitmen dan kerja keras dapat membawa perubahan positif. Dengan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, Kutai Timur diharapkan mampu terus melangkah maju, memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakatnya.




