Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, tampil sebagai pembicara dalam kuliah umum yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, pada Selasa (10/12/2024). Acara ini juga dihadiri mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako, yang memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan wawasan langsung dari seorang praktisi politik.
Dalam sesi kuliah umum, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini membahas berbagai isu penting, seperti proses regulasi, hukum pemerintahan, hingga sistem pemerintahan desa. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman legislasi, Agusriansyah menyajikan materi yang memadukan teori dan praktik, serta memberikan contoh nyata dari dinamika pemerintahan di lapangan.
Kombinasi Akademik dan Pengalaman Praktis
Agusriansyah dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berkarier di dunia politik, tetapi juga seorang akademisi. Ia telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Manajemen Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman. Latar belakang akademiknya menjadi modal penting dalam mengembangkan kapasitasnya sebagai legislator yang memahami isu-isu strategis.
“Kuliah umum ini menjadi sarana penting untuk menjembatani dunia akademik dan praktisi. Mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman nyata di lapangan,” tutur Agusriansyah dalam pembukaan acara.
Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang efektif untuk menghasilkan kebijakan publik yang berdampak positif bagi masyarakat. Dalam paparannya, Agusriansyah menyoroti pemerintahan desa sebagai elemen kunci pembangunan daerah yang membutuhkan regulasi yang kuat.
“Pemerintahan desa merupakan ujung tombak dalam pembangunan daerah. Dengan regulasi yang baik, pemerintahan desa dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Pemerintahan Desa sebagai Pilar Pembangunan
Topik pemerintahan desa menjadi sorotan utama dalam sesi ini. Agusriansyah menjelaskan bahwa pemerintah desa memegang peran strategis dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Regulasi yang mendukung sangat penting untuk memperkuat pemerintahan desa. Hal ini memungkinkan mereka menjalankan tugas dengan lebih efisien,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memahami peran strategis pemerintahan desa dalam konteks pembangunan nasional, sekaligus mengajak mereka untuk berkontribusi sebagai agen perubahan di masa depan.
Pendidikan sebagai Kunci Perubahan
Agusriansyah menutup kuliah umum dengan pesan inspiratif tentang pentingnya pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi utama untuk mendorong perubahan positif di masyarakat.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.




