Sangatta – Komitmen Kutai Timur dalam mewujudkan sekolah berbasis teknologi semakin nyata. Setelah menyelesaikan pelatihan Level 0 bagi para pendidik, kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim tengah bersiap menggelar pelatihan Level 1 untuk 170 guru terpilih, yang akan dilaksanakan dalam dua gelombang pada 28 hingga 30 November 2025 mendatang.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mencetak Sekolah Rujukan Google, yakni sekolah yang mampu mengintegrasikan Google Workspace for Education secara menyeluruh dalam proses pembelajaran.
“Untuk selanjutnya ini, karena kita juga mengoptimalisasi pencapaian kelulusan setelah level 0, kita mengundang sekitar 170 tenaga pendidik lagi untuk dua kali batch di tanggal 28 ini,” ungkap Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, saat diwawancarai di Kantor Bupati pada Jumat (14/11/2025).
Guru-guru yang terpilih dalam pelatihan ini disiapkan menjadi pionir digitalisasi pendidikan di masing-masing sekolah. Selain menguasai teknologi pembelajaran, mereka juga diharapkan mampu menularkan keterampilan tersebut kepada rekan sejawat dan membangun budaya pembelajaran digital yang kolaboratif.
“Ini kebetulan ada di bawah saya langsung untuk kandidat sekolah rujukan Google. Harapannya, dari sana muncul sekolah-sekolah yang benar-benar siap menjadi model implementasi pembelajaran digital di Kutai Timur,” tambah Irma.
Dalam pelatihan Level 1 nanti, peserta akan memperdalam kemampuan mereka dalam menggunakan berbagai fitur Google Workspace, mengenal pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam kelas, serta memahami literasi data sebagai bagian penting dalam evaluasi pembelajaran.
Program ini juga bertujuan membentuk instruktur internal di setiap sekolah, yang akan mempermudah proses adopsi teknologi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sekolah yang berhasil memenuhi semua indikator nantinya akan diajukan sebagai Google Reference School, status internasional yang mencerminkan keberhasilan digitalisasi pembelajaran.
Upaya ini sejalan dengan visi Kutim dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk bonus demografi tahun 2035. Generasi muda yang saat ini berada di bangku sekolah ditargetkan mampu bersaing dalam era digital dengan kesiapan teknologi yang mumpuni sejak dini. (ADV/AN/Diskominfo).


